bmkg-berikan-pengetahuan-cuaca
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara SSK II Pekanbaru mengadakan pelatihan Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Bangkinang, Selasa (26/10). Acara ini memberikan pengetahuan kepada nelayan pentingnya informasi untuk meningkatkan hasil perikanan di Kabupaten Kampar.
Hadir saat acara Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan, anggota Komisi V DPR RI FPKS Dapil II Riau Syahrul Aidi Maazat, Kapus Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, Kepala BMKG Stamet SSK II Pekanbaru Ramlan.
Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat menjelaskan, program BMKG untuk seluruh Indonesia akan mengadakan sekolah lapangan untuk petani dan nelayan. Sudah melakukan sekolah lapangan untuk petani seperti di Siak dan Pelalawan.
"Hari ini (kemarin, red) melakukan sekolah lapangan untuk nelayan di Kabupaten Kampar. Baik nelayan tangkap maupun budidaya harus memiliki pengetahuan tentang cuaca agar bisa memaksimalkan produksi tangkap dan produksi budidaya ikan mereka," jelas Syahrul Aidi.
Syahrul Aidi menambahkan, untuk menghindari risiko gagal dari hasil tangkap dan budidaya akibat cuaca.
"Kita menghimpun para petani dan nelayan untuk hadir dalam acara ini agar dapat pengetahuan cuaca. Dengan pengetahuan tentang cuaca ini mereka meminimalisir risiko gagal meningkatkan produktivitas petani dan nelayan. Kami Komisi V DPR bermitra dengan BMKG hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan BMKG ini sangat bermanfaat untuk nelayan" jela Syahrul Aidi.
Sementara Kepala BMKG Stamet SSK II Pekanbaru Ramlan menambahkan, untuk memberikan edukasi kepada nelayan bagaimana memanfaatkan informasi cuaca baik nelayan budidaya maupun tangkap.
"Kalau nelayan tangkap untuk sekitar laut tentu dampak untuk keselamatan, kalau untuk nelayan budidaya di danau dan sungai tentunya perlu informasi cuaca untuk pembenihan ikan," jelasnya.(kom)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…