Pengendara sepeda motor saat melintas di Jalan Lintas Tengah Kecamatan Kelayang, Inhu, Kamis (26/2/2026). Jalan Lintas Tengah mengalami kerusakan dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Warga Kecamatan Kelayang untuk Riau Pos
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Kondisi Jalan Lintas Tengah di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu masih mengalami rusak berat dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan meski Idulfitri tinggal sekitar 21 hari lagi.
Kerusakan tersebut terutama terjadi pada ruas Air Molek–Cerenti yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hulu dengan Kabupaten Kuantan Singingi. Kondisi ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Selain itu, kerusakan juga terjadi di Jalan Lintas Rengat–Tembilahan yang digunakan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Indragiri Hulu. Jalan tersebut saat ini mengalami kondisi rusak yang turut berdampak pada aktivitas transportasi warga.
Kerusakan jalan tersebut diduga terjadi setelah sering dilalui angkutan batubara serta kendaraan truk over dimension over loading (ODOL). Sebagian besar jalan yang rusak merupakan jalan dengan konstruksi aspal, sementara jalan dengan konstruksi beton masih dalam kondisi relatif baik.
“Jalan yang mengalami rusak itu rata-rata dengan konstruksi aspal. Sedangkan jalan dengan konstruksi beton atau rigid, masih tergolong baik,” ujar Hendra, warga Kecamatan Kelayang, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan, kerusakan Jalan Lintas Tengah terjadi di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Lala, Kecamatan Kelayang, dan Kecamatan Peranap. Namun, kerusakan paling parah berada di wilayah Kecamatan Kelayang.
Menurutnya, sebagian badan jalan bahkan sudah tidak lagi terlihat lapisan aspalnya karena tertutup tanah dan batu. Kondisi ini menyebabkan jalan menjadi berlumpur saat hujan dan berdebu saat musim kemarau.
Keluhan serupa juga disampaikan Arpan, warga Kecamatan Kuala Cenaku. Ia mengatakan Jalan Lintas Rengat–Tembilahan yang sempit menjadi semakin sulit dilalui, terutama saat truk batubara berpapasan.
“Jalan Lintas Rengat-Tembilahan sempit. Jika mobil truk angkutan batubara berselisih jalan, salah satunya harus turun dari badan jalan,” ujarnya.
Warga berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan, terutama menjelang Idulfitri karena mobilitas kendaraan diperkirakan meningkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Kabupaten Indragiri Hulu, Nafriandi, membenarkan bahwa Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Rengat–Tembilahan merupakan jalan berstatus provinsi dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Ia menyebutkan panjang jalan provinsi di Kabupaten Indragiri Hulu mencapai 241,63 kilometer dan sebagian besar dalam kondisi rusak.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, ruas Air Molek–Cerenti direncanakan akan dibangun sepanjang 1 kilometer pada tahun ini. Hal serupa juga direncanakan untuk ruas Jalan Lintas Rengat–Tembilahan, namun waktu pelaksanaan perbaikan belum dapat dipastikan.(kas)
Puluhan kepala sekolah di Kepulauan Meranti menerima surat mutasi palsu dan diminta transfer Rp5 juta.…
Mohon penjelasan mengenai siapa saja yang termasuk dalam kategori tersebut beserta ketentuan apakah mereka wajib…
Mahasiswa UIN Suska Riau diduga membacok mahasiswi di ruang seminar. Polisi menyebut pelaku telah merencanakan…
Kemenag Kuansing dan Inhil menetapkan zakat fitrah 1447 H sebesar Rp32.500 hingga Rp50.000 per jiwa,…
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru belum selesai. Pengelola minta tambahan waktu enam bulan, sementara pedagang masih…
Pemprov Riau mengimbau masyarakat memanfaatkan cek kesehatan gratis di Puskesmas karena capaian program CKG baru…