Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi didampingi sejumlah pejabat forkopimda dan Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT, menandatangani berita acara penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor di Kabupaten Inhu 2025, Senin (14/7/2025). KASMEDI/RIAU POS
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.
Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.
Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.
Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.
‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.
Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.
‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.
Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.
‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)
Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…
Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…
Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…
Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…
Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…
Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…