Categories: Indragiri Hulu

Jalan Menuju Desa Pulau Gajah Rusak Parah

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Desa Pulau Gajah, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sulit keluar dan masuk desa. Pasalnya, jalan di desa yang berada di seberang Sungai Indragiri itu mengalami rusak.

Sehingga dengan kondisi itu, warga memanfaatkan jasa angkut sungai yang biasa disebut perahu penyeberangan. ‘’Jalan menuju dan keluar Desa Pulau Gajah, jika naikan kendaraan harus melewati jembatan Kota Rengat. Kondisi jalan itu sedang rusak dan berlumpur,’’ ujar Metrijal, salah seorang warga desa Pulau Gajah, Ahad (10/8).

Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya becek dan berlubang, menjadi kolam air, pascahujan. Aktivitas warga yang biasanya menggunakan kendaraan jika ingin ke Rengat, terpaksa ditunda. Jika-pun harus ke kota, warga memilih menggunakan jasa perahu penyeberangan saat akan menyeberangi Sungai Indragiri.

‘’Saat ini, jalan menuju Desa Pulau Gajah, memang terasa amat sulit. Selain becek dan berair, lubang di badan jalan lumayan dalam dan berlumpur,” ungkapnya.

Desa Pulau Gajah, sebutnya, salah satu desa tua di Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Sehingga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kue pembangunan khususnya untuk jalan.

Jalan yang ada, selanjutnya masuk atau tembus ke jalan Provinsi Riau seberang Rengat, menuju Tembilahan Kabupaten Inhil. ‘’Jaraknya kurang lebih 7 kilometer. Setelah itu, baru sampai ke jalan Desa Pulau Gajah,’’ tambahnya.(kas)

Tidak hanya kondisi jalan, di daerah itu juga sudah sering terjadi abrasi. Kondisi itu terus menghantui warga Desa Pulau Gajah.

Kondisi abrasi itu, mulai mengancam bangunan Masjid Ar Rahim. Keberadaan Masjid Ar Rahim yang berdiri megah di Desa Pulau Gajah berasal dari sumbangan warga desa dan warga yang berhasil merantau di kota.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pulau Gajah, Anto kepada Riau Pos mengakui pengaruh abrasi bibir Sungai Indragiri terus menghantui warga. Selain belum ada penanganan dari pemerintah, abrasi sudah menelan banyak rumah warga. Belasan bahkan lebih.

‘’Pemerintah diminta dapat menyediakan alat pemecah ombak di lokasi abrasi dan tindakan lainnya,’’ harapnya.

Warga yang terkena abrasi, tambah Solihin yang juga warga Desa Pulau Gajah, mau tidak mau harus mendirikan rumah agak jauh dari bibir sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu, Arif Sudaryanto ST belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan, konfirmasi melalui WhatsApp juga belum kunjung dibalas.(kas)






Reporter: Kasmedi

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

4 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

4 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

4 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

5 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

5 jam ago

Butuh Dana Cepat? BRI Multiguna Karya Bisa Cair Hanya dalam 1 Hari

BRI Multiguna Karya menawarkan solusi pembiayaan cepat bagi pekerja dengan payroll BRI, dengan pencairan dana…

5 jam ago