TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengusulkan 4.028 tenaga honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.521 orang tercatat sebagai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan masih aktif bekerja. Mereka terdiri dari 277 tenaga guru, 459 tenaga kesehatan, serta 1.785 tenaga teknis.
Selain itu, ada 1.507 tenaga honorer non-ASN yang tidak terdaftar dalam database BKN, namun tetap diusulkan karena telah bekerja lebih dari dua tahun. Mereka meliputi 118 guru, 327 tenaga kesehatan, dan 1.062 tenaga teknis.
Di sisi lain, sekitar 82 tenaga honorer tidak diusulkan karena berbagai alasan, seperti tidak aktif bekerja, tidak ada kebutuhan organisasi atau formasi, hingga telah meninggal dunia.
“Kami sudah mengirimkan seluruh berkas sejak kemarin, dan saat ini masih menunggu hasil verifikasi serta persetujuan dari BKN,” kata Kabid Administrasi, Data dan Informasi Kepegawaian ASN BKPSDM Inhil, Asrimarwan, Kamis (28/8).
Setelah mendapat persetujuan, BKPSDM Inhil akan segera mengumumkan nama-nama yang lolos untuk masuk sebagai PPPK paruh waktu. Bagi yang lulus, tahap berikutnya adalah melengkapi administrasi sesuai aturan yang berlaku.(ali/*2)
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…