Categories: Indragiri Hilir

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mengalami penurunan tajam. Jika pada awal 2026 masih berada di kisaran Rp4.700 per kilogram, kini di tingkat petani hanya berkisar Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram. Penurunan hampir 40 persen itu terjadi hanya dalam hitungan minggu.

Kondisi tersebut dirasakan semakin berat karena terjadi di bulan Ramadan menjelang Idulfitri, saat kebutuhan rumah tangga meningkat. Di sisi lain, harga pupuk, ongkos angkut, dan bahan pokok tidak mengalami penurunan.

“Di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri ini kelapa malah anjlok, sedangkan kebutuhan pokok tinggi,” keluh Mulyadi, petani asal Kecamatan Gaung, Rabu (4/3/2026).

Keluhan serupa disampaikan Salman. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami hanya bergantung dari kelapa. Kalau harga jatuh seperti ini, otomatis belanja rumah tangga terganggu. Minimal ada patokan harga supaya tidak terlalu anjlok,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Hilirisasi Kelapa Inhil, TM Syaifullah, menjelaskan bahwa penurunan harga merupakan pola tahunan. Pada awal tahun, sejumlah perusahaan belum menetapkan kebutuhan produksi sehingga pembelian belum berjalan maksimal. Beberapa pembeli juga menunggu momentum pasca-Idulfitri untuk menghitung kebutuhan riil industri.

Menurutnya, peningkatan pasokan karena petani memperbanyak panen menjelang Ramadan tidak diimbangi permintaan pasar. Akibatnya, harga tertekan mengikuti mekanisme pasar.

Ia juga menyoroti belum adanya regulasi harga acuan sebagai persoalan mendasar. Kelapa hingga kini belum memiliki skema Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Patokan Minimum (HPM), sehingga posisi tawar petani relatif lemah.

Tim Hilirisasi, lanjutnya, telah mengusulkan regulasi harga kepada Bappenas. Sementara pemerintah daerah menyatakan terus memantau perkembangan pasar sesuai kewenangan yang dimiliki.

Sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di Riau, stabilitas harga dinilai krusial untuk menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat di Indragiri Hilir.(*2)

Redaksi

Recent Posts

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

1 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

2 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

2 jam ago

Tanpa APBD, 1.000 Titik WiFi Gratis Hadir untuk Warga Pekanbaru

Pemko Pekanbaru luncurkan program 1.000 titik WiFi gratis bekerja sama dengan APJII, tanpa menggunakan APBD.

2 jam ago

Absen 28 Hari Bisa Dipecat, Bupati Siak Tegakkan Disiplin ASN

Bupati Siak siapkan pemberhentian hampir 100 ASN yang mangkir lebih 28 hari. Penegakan disiplin demi…

2 jam ago

Barongsai dan Lampion Terangi Malam Cap Go Meh di Bagansiapiapi

Ribuan warga meriahkan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Bagansiapiapi dengan pawai lampion dan atraksi…

22 jam ago