(RIAUPOS.CO) – Di tengah pandemi Covid-19 sebagian warga kurang mampu dan bahkan yang mampu, mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT), baik BLT dari pemerintah pusat sebesar Rp600 ribu maupun BLT Pemprov Riau sebesar Rp300 ribu dan juga bantuan beras miskin.
Namun ada warga yang seharusnya mendapat BLT tersebut, tapi tidak mendapatkan haknya sama sekali. Seperti yang dialami 10 orang warga Dusun Teluk Ondan, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan Bengkalis, sejak digulirkannya program BLT oleh pemerintah sejak sebelum pandemi Covid-19 belum merasakan sama sekali.
‘’Tidak dapat sama sekali BLT tersebut. Padahal kami sudah melaporkan ke mana-mana tapi tak juga dapat bantuan tersebut,’’ tegas Khairuddin, Ketua RW09, Dusun Teluk Ondan, Desa Teluk Papal kepada Riau Pos, Selasa (29/9).
Ia mengaku, walaupun dirinya sebagai ketua RW, namun dirinya tergolong warga kurang mampu bersama 9 orang warganya, yakni Susilo, Muhammad Habati Kudra, Nurmala, Saiful Anwar, Hendri, Saiful, Safriadi, Sugeng Widodo, ini di RT02/RW09. Sedangkan di RT02/RW08 yang tidak mendapatkan bernama Abu Hanifah, Mukidi, Darmawan.
Khairuddin sudah mengutus anaknya untuk menanyakan ke Dinas Sosial Bengkalis, namun jawabanya tidak memuaskan dan diminta menunggu. Termasuk di pihak Desa Teluk Papal, juga meminta dirinya menunggu.
‘’Jadi kami disuruh menunggu. Sedangkan yang lain banyak yang mampu malah dapat. Tentu ini ada kesenjangan sosial dalam pembagian BLT,’’ ujarnya.
Bahkan ada satu orang honorer komite kata Khairddin, juga sudah diajukan tapi tidak juga mendapatkan bantuan. Sedangkan honorer daerah yang digaji melalui APBD malah mendapatkan bantuan BLT.
Hal senada juga dikatakan Abu Hanifah yang akrab disapa Hen. Ia mengaku sudah lama tidak mendapatkan bantuan BLT sejak ada program BLT ini dan pihaknya merasa aneh, banyak warga yang mampu malah mendapatkan BLT pemerintah.
‘’Saya sendiri sebagai warga kurang mampu jangankan BLT uang Rp600 ribu dan Rp300 ribu, bantuan beras miskin saja tidak dapat. Tapi apalah daya kami orang miskin dan mengadu kemanapun tidak ada yang menanggapinya,’’ ucapnya sedih.
Terhadap persoalan itu, Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Kabupaten Bengkalis, Martini yang dikonfirmasi terkait adanya warga Dusun Teluk Ondan, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan yang tidak mendapatkan bantuan tunai langsung (BLT) pemerintah, yang dihubungi melalui telepon genggamnya tidak diangkat dan belum bisa dikonfirmasi.(ksm)
Laporan ERWAN SANI, Bengkalis
Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…
Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…
UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…