Categories: Bengkalis

Harus Ubah Pengelolaan Kebun

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Perkebunan sawit masyarakat di Kabupaten Bengkalis secara kualitas serta produksinya masih di bawah standar perusahaan. Kendati pemerintah sudah berusaha untuk melakukan pembinaan dengan bekerja sama dengan perusahaan, namun upaya itu belum mampu meningkatkan hasil produksi maupun kualitasnya.

“Kita terus memberikan motifasi kepada petani untuk mengubah pola perkebunan secara tradisonal melalui pola yang moderen. Tentu memanfaatkan semua potensi yang sudah disediakan pemerintah melalui dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI,” ujar Kepala Dinas Perkebunan (Kadibun) Bengkalis Muhammad Azmir di ruang kerjanya, Senin (29/4).

Ia didampingi Kabid Perkebunan Marhalim menyebutkan, pihaknya sudah meneken MoU bersama BPDPKS Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI. Karena seluruh pembiayaan perkebunan dalam meningkatkan produksi sawit petani dibiayai seluruhnya oleh pemerintah.

Jadi kata Azmir, melalui program BPDPKS ini pihaknya sudah dua tahun ini menyampaikan kepada masyarakat, agar dapat memanfaatkan program tersebut. Meski sampai saat ini masih minimnya masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan.

“Padahal kita akan membantu sampai program ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau mereka tak paham silahkan ke kantor kita dan kita akan membimbingnya sampai berhasil,” harapnya.

Dalam pengajuan program ini kata Azmir, untuk tahap awak semuanya akan dibantu oleh tim teknis Disbun. Jadi petani hanya menyiapkan kelompok maksimal 20 orang dalam satu kelompok, yang isinya mereka harus memenuhi syarakat, seperti surat tanah berupa SKGR, KTP, KK, badan usaha berupa kelompok tani.

“Itu semua bisa dipenuhi oleh kelompok yang tak bisa dibantu oleh dinas. Tentu yang lima syarat itu harus mereka penuhi, termasuk petani yang tergabung dalam koperasi plasma,” ujarnya.

Ia mengharapkan, dukungan dari kepala desa untuk membimbing kelompok tani untuk mendapatkan bantuan pengelolaan perkebunan sawit, dengan luas lahan maksimal 50 ha dan masing-masing anggota kelompok hanya bisa mengajukan 4 ha,” ujarnya.

Azmir menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 6 kelompok yang mengajukan permohonan biayaan peningkatan produksi pertaniannya dan 2 sudah lolos untuk diteruskan ke BPDPKS Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

“Ya, masyarakat khususnya para petani perkebunan kelapa sawit untuk dapat memanfaatkan dan memaksimalkan bantuan pemerintah melalui dana BPDPKS tersebut,” ujarnya.(ade)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Satu Tahun Kepemimpinan, Agung Nugroho Dorong RT/RW Jadi Garda Terdepan

Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…

9 jam ago

Tes Urine Mendadak di Telukkuantan, Tujuh Orang Positif Narkotika

BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…

10 jam ago

Dua Bulan Tanpa Hujan, Bengkalis Mulai Kekurangan Air Bersih

Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…

10 jam ago

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

2 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

2 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

2 hari ago