Categories: Bengkalis

Wabup Bengkalis Curhat soal Infrastruktur ke Presiden

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H Bagus Santoso yang ikut menghadiri mendampingi Presiden RI H Joko Widodo di Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, turut menyampaikan kondisi Kabupaten Bengkalis terkini. Bagus berharap, Presiden bisa memenuhi infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN Pusat.

Hal itu disampaikan Bagus ketika diwawancarai Riau Pos, Selasa (28/9) usai menerima kunjungan Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur jalan masih dinilai minim sentuhan dari dana APBN untuk Kabupaten Bengkalis.

Selain infrastruktur, Bagus juga menyampaikan niatnya untuk mengaktifkan kembali pos lintas batas dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

"Saya sempatkan diri menyampaikan kepada Pak Presiden RI Joko Widodo dalam hal pemenuhan infrastruktur yang perlu sentuhan dari APBN. Kemudian rencana mengaktifkan kembali pos-pos lintas batas di kawasan pesisir. Semoga apa yang disampaikan bisa nantinya ditindaklanjuti secara bersama-sama," ujar Bagus.

Terkait abrasi pantai, sambung mantan wartawan ini, khusus Kabupaten Bengkalis potensi abrasinya sangat besar, ada 222 kilometer panjang abrasi. Kondisi kritis 121 kilometer. Diharapkan selain tanaman magrove bisa juga melalui tanaman lainnya seperti api-api atau bangunan pemecah gelombang.

Dikatakannya, penanganan abrasi ini sepanjang 31,6 kilometer telah dilaksanakan melalui anggaran APBD Bengkalis dan APBD Riau. Tersisa sekitar 89,9 kilometer lagi. Dalam hal ini, Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara teknis telah berusaha melakukan penanggulangan abrasi dengan membangun infrastruktur pengaman pantai melalui dana APBD Bengkalis dengan total biaya senilai Rp326,575 miliar dalam kurun waktu selama lebih kurang 8 tahun.

"Di tahun 2019 lalu, kami hanya mampu mengalokasikan anggaran senilai Rp1,6 miliar. Nah, pada 2020 tetap mengusulkan, namun dikarenakan refocusing anggaran Covid-19, maka anggaran tak cukup mengakomodirnya. Maka dari itu ini menjadi langkah besar, serta sejarah sampainya Bapak Presiden RI kita ke negeri junjungan Bengkalis," terangnya.

Diutarakannya lagi, jika saat ini Kabupaten Bengkalis tetap mengusulkan dan menyerahkan proposal usulan senilai Rp2,3 triliun untuk penanganan abrasi pantai. Mulai dari Pulau Bengkalis dan daratan Sumatera yakni Bandar Laksamana, Sepahat, Tenggayun hingga Pulau Rupat.

"Ini juga menyangkut kedaulatan NKRI. Maka harapan kita dengan kedatangan bapak Presiden ke Pulau Bengkalis, bisa menjadi berkah bagi kita semua. Ini merupakan sejarah kali pertama Presiden RI memijakkan kaki ke Negeri Junjungan Bengkalis. Yang juga menjadi bagian dari Pulau Terluar," ujarnya, saat itu didampingi Kepala Pokja Perencanaan Anggaran dan Hukum Bdan Restorasi Gambut dan Mangrove BRGM RI Didi Wuryanto.(eca)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

19 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

19 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago