Categories: Bengkalis

300 KK Tuntut Kompensasi Perusahaan dan PLN

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Terganggunya pelayanan listrik PLN di Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara akibat kabel listrik PLN tersangkut kapal ponton mitra PT Sumatera Riang Lestari (SRL) membuat masyarakat sengsara.

Karena sejak kejadian sepekan lalu, tidak ada konpensasi sama sekali dari perusahaan maupun pihak PLN wilayah Dumai, yang membawahi listrik PLN di Pulau Rupat. Bahkan sebelum mesin genset bantuan perusahaan sampai ke lokasi kampung, masyarakat harus gelap gulita di malam hari.

’’Kami gelap gulita di malam hari. Jaringan komunikasi kami juga terputus. Makanya wajar kami menuntut kompensasi ke perusahaan dan juga PLN. Karena kami pelanggan yang selalu membeli token listrik maupun melalui sistem bayar bulanan,’’ ujar Lili, salah seorang warga Dusun Hutan Samak, Senin (28/7).

Ia mengaku sudah melayangkan surat ke Pj Kades Titi Akar, yakni agar pihak desa menyampaikan tuntutan kompensasi ke perusahaan. Pj Kades Titi Akar, Adi Putra menyampaikan, untuk persoalan listrik sudah mulai diatasi oleh pihak perusahaan dengan mendatangkan mesin genset. Meski menyalanya hanya pada malam hari, namun ini sangat membantu masyarakat di tengah kondisi listrik yang padam akibat terputusnya aliran listrik PLN, yang disebabkan kabelnya tersangkut kapal ponton mitra PT SRL.

Humas PT SRL Yuri Prayoga A yang dikonfirmasi, Senin (28/7) menyampaikan, untuk pemasangan mesin genset hanya bersifat sementara saja, karena ini untuk kondisi emergency saja dan sambil menunggu perbaikan gardu.

‘’Mesin genset yang dipasang dibuat untuk 2 lokasi. Jika 24 jam mesin gensetnya menyala tentu risikonya besar. Operator juga perlu istirahat, termasuk mesin juga perlu diistirahatkan,’’ jelasnya.

Di sisi lain, katanya lagi, untuk keamanan mesin genset menjadi tanggung jawab penuh pihak kapal. Terkait kompensasi, Yuri meminta langsung tanyakan ke pihak kapal atau pihak PLN.

‘’Saya tidak punya kapasitas untuk berbicara itu, saya hanya mendampingi karena mereka bekerja dalam wilayah PT SRL,’’ jelasnya.

Team Leader Pengendalian Unit Tersebar Pulau Rupat PLN Wilayah Dumai, Recky Maimito Marbun menyampaikan, terkait listrik menyala dari magrib hingga pukul 24.00 WIB ada kendala teknis berupa BBM solar yang tak mencukupi.

‘’Makanya ini akan didudukkan bersama PLN Wilayah Dumai. Termasuk nanti kompensasi untuk masyarakat juga akan disampaikan,’’ ujarnya.(ksm)

 






Reporter: Abu Kasim

Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

2 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

5 hari ago