Categories: Bengkalis

Mengenal Tari Suku Sakai yang Tampil dalam HUT Bhayangkara di Bengkalis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Para putra-putri suku Sakai di Bengkalis menampilkan persembahan lagu dan tarian tradisional suku Sakai dalam pameran seni dan budaya di perayaan HUT Bhayangkara ke-74 di Polres Bengkalis, Riau, Jum'at (25/6/2020).

Penampilan mereka ini merupakan bentuk melestarikan adat dan budaya mesti tetap dijunjung tinggi. Mereka tampil atas undangan kepolisian dengan pakaian adat khas Suku Sakai yang berbahan dasar dari kulit kayu.

Penari berseragam baju kayu dan peralatan tradisional ini penuh semangat menampilkan tarian tradisional Lancak Kocik dan tarian Buok Timbo Tasik. Tarian ini merupakan persembahan khusus kepada polisi.

Sekjen Lembaga Adat Melayu Riau Kawasan Bathin Sakai 8 dan Bathin 5 Sakai, Frianto Saputra mengatakan, pihaknya berterima kasih atas undangan Polres Bengkalis untuk dapat tampil dan melestarikan budaya suku Sakai pada momen HUT Bhayangkara tersebut.

"Kami pengurus LAMR Kawasan Bathin 8 & 5 Sakai dan Lembaga Adat Sakai Riau, mengucapakn selamat HUT Bhayangkara ke-74 kepada Kepolisian RI. Dan terima kasih Pak Kapolres Bengkalis atas undangan dan keterlibatan Sakai dalam acara ini," kata Frianto, kepada Riau Pos, Sabtu (27/6/2020).

Dijelaskan Frianto, lagu dan tari Lancak Kocik yang dipersembahkan ini mengisahkan tentang ungkapan kesedihan orang sakai pada zaman dahulu yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena ingin merubah hidup agar lebih baik lagi.

"Lancak kocik berarti sampan atau perahu yang digunakan sebagai kendaraan, lagu lancak kocik artinya perahu kecil, lagu ini diciptakan leluhur Sakai pada saat membuat perahu kecil," ungkapnya.

Sedangkan, lagu dan tari Buok Timbo Tasik mengisahkan tentang orang tua sakai zaman dahulu yang mengambil ikan ketika berjumpa dengan sungai yang bernama Tasik Tujuh.

Sungai ini terletak di kampung Dusun, namun sekarang sekarang telah berganti nama menjadi Desa Bathin Batuah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Baju kulit kayu, diantaranya terdiri dari celana dan selendang dari kulit kayu (Kayu To'ok), lalu Ago (keranjang) sebagai tempat ikan.

"Sedangkan alat peraga dalam tari lancak kocik yaitu Odot (gendang) dan baju, celana serta selendang dari kulit kayu," tuturnya.

Laporan: Panji Syuhada (Duri)
Editor: Eko Faizin

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

2 jam ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

2 jam ago

Sidang Korupsi BPR Indra Arta Masuk Tahap Replik, Satu Terdakwa Gugur karena Meninggal Dunia

Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…

4 jam ago

Perbaikan Jalan di Dua Titik Picu Kemacetan Panjang di Jalur Riau-Sumbar dan Pekanbaru-Bangkinang

Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…

10 jam ago

Lima Qori dan Qoriah Kuansing Lolos Perkuat Riau di MTQ Nasional 2026

Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…

13 jam ago

Masih Ada 3.350 Kursi Kosong di SD Negeri Pekanbaru, Ini Sebaran Lengkapnya

Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…

14 jam ago