Categories: Bengkalis

Minta Pemerintah Pusat Atasi Abrasi

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – ISU abrasi yang menjadi urgensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dan masyarakat, serta penerimaan DBH migas dan sawit menjadi masukan bagi Tim Banggar DPR RI yang berkunjung ke Riau, Selasa (26/3).

Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Bagus Santoso saat mengikuti rapat bersama Tim Banggar DPR RI tentang kebijakan penerimaan pengalokasian dana transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN di Balai Serindit aula Gubernuran Riau, dengan tegas menyuarakan persoalan itu.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 222 Km wilayah Kabupaten Bengkalis yang berada di pesisir Riau, terus dihantam ombak yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka. Saat ini seluas 121 Km abrasi dalam keadaan kritis dan setiap tahunnya mengalami pengikisan pantai seluas 7 meter.

‘’Kami bukan takut dijajah asing melainkan takut pulaunya hilang ke laut, saat ini kami baru bisa menangani pembangunan pengaman abrasi baru sekitar 31,6 Km dan masih tersisa 90 Km lagi yang harus dibangun,’’ tegas Bagus.

Ia memaparkan, untuk membangun 1 meter infrastruktur jalan hanya perlu Rp10 juta, tapi untuk membangun pemecah gelombangnya perlu Rp28 juta.

‘’Berbagai langkah sudah kami lakukan, baik mengirim proposal, kami beserta rombongan hadir langsung di kementerian terkait untuk membantu kami, karena wewenang pembangunannya bukan dari pemerintah daerah melainkan dari pusat,’’ ujatrnya.

‘’Setelah kami hitung-hitung untuk mengatasi permasalahan abrasi dibutuhkan anggaran  sebesar Rp2,4 triliun,’’ kata Bagus.

Bagus juga menyinggung, terkait dana bagi hasil minyak dan gas (migas), ia mengatakan di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Bengkalis merupakan penyumbang minyak terbesar masa puncaknya saat dikelola Chevron tahun 73 dan sekarang sudah dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) sampai 1 juta barel per hari.

‘’Dengan sumbangan terbesar ini ternyata setelah dibagi ke Provinsi Riau dan kabupaten/kota tidak sesuai dengan apa yang dihasilkan,’’ ujarnya.

Kemudian terkait dana bagi hasil (DBH) sawit, Bagus memberi usulan, agar penggunaannya bukan saja untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta perlindungan sosial bagi pekerja perkebunan sawit, tetapi boleh digunakan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada di daerah.

Menanggapi itu, Pimpinan Banggar DPR RI Muhiddin Muhammad Syarif mengungkapkan, kehadirannya dalam rangka menghimpun masukan, saran dan rekomendasi tentang kebijakan penerimaan pengalokasian dana transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN di Provinsi Riau.

Dikatakannya, dari hasil paparan di daerah menjadi referensi baginya, untuk dibawakan ke pusat. ‘’Semoga melalui pertemuan ini nantinya akan membuahkan hasil untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,’’ sebutnya.(hen)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

PT BSP Buka Lowongan Direktur, Kesempatan Emas untuk Putra Putri Terbaik

Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…

18 jam ago

Hindari Kecelakaan Saat Arus Balik, Ini Tips Penting dari Capella Honda

Capella Honda bagikan tips aman berkendara motor saat arus balik. Mulai dari cek kendaraan, istirahat…

18 jam ago

DJP Riau Beri Relaksasi SPT, Wajib Pajak Tak Kena Sanksi

DJP Riau memperpanjang pelaporan SPT Tahunan dan menghapus sanksi keterlambatan. Kebijakan ini untuk meningkatkan kepatuhan…

18 jam ago

Aksi Pencurian Kabel Bikin Jalan Sudirman Pekanbaru Gelap Gulita

Kabel LPJU di Jalan Sudirman Pekanbaru dicuri OTK, menyebabkan jalan gelap. Dishub langsung lakukan perbaikan…

18 jam ago

Kebakaran Hebat di Sukajadi, 8 Rumah Kontrakan Hangus Seketika

Kebakaran hebat hanguskan 8 rumah kontrakan di Sukajadi. Penghuni tak sempat selamatkan harta benda, kerugian…

19 jam ago

Lolos Administrasi, 38 Kandidat KI Riau Siap Ikuti Tes Potensi

Sebanyak 38 calon anggota KI Riau mengikuti tes potensi hari ini. Hasil seleksi akan diumumkan…

19 jam ago