Categories: Bengkalis

DPRD Bengkalis Soroti Pemberhentian 20 Tenaga PDE

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Anggota Fraksi PKS DPRD Bengkalis Sanusi SH MH menyayangkan langkah memberhentikan 20 orang tenaga Pendamping Desa Ekonomi (PDE) oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bengkalis.

"Kami sangat penyangkan pemberhentian PDE , apalagi pemutusannya dilakukan di masa pendemi  Covid-19. Ini adalah tindakan keliru dan kami minta Kadis PMD Bengkalis ini harus dievaluasi oleh Bupati Bengkalis," ujarnya.

Ia menyebutkan,  Komisi I DPRD Bengkalis sudah  menggelar hearing dengan Dinas PMD Bengkalis  terkait surat permohonan kelarifikasi Gabungan Sahabat Pendamping Desa Ekonomi (GSPDE). Dari hasil dengar pendapat antara DPRD dengan Dinas PMD Bengkalis sudah ada poin-poin yang harus dilaksanakan.

Dikatakan Sanusi, sebelumnya GSPDE sudah melayangkan surat dan mempertanyakan penerapan nilia di bawah 60 dan sudah meminta klarifikasi terkait surat edaran hasil evaluasi pendamping desa tahun 2021 yang ditembuskan ke Komisi 1 DPRD Bengkalis.

"Kami hearing dengan PMD menanyakan hal itu, memang yang disebutkan dalam surat itu yang diduga oleh kawan-kawan pendamping desa sebanyak 20 orang akan diberhentikan dan tidak disambung kontraknya ternyata benar. Jadi nilai yang 60 ke bawah itu tidak diperpanjang kontraknya karena berdasarkan hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh dinas PMD," ujar anggota DPRD akrab disapa Yong Sanusi.

Yong Sanusi sapaan akrab Sanusi juga mengatakan, seharusnya Dinas PMD melakukan evaluasi itu untuk meningkatkan kinerja para pendamping desa. Bukan malah mencari pembenaran untuk menyingkirkan orang-orang itu dengan alasan memiliki nilai di bawah 60. Sementara dengan kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.

"Makanya, kalau mau mengevaluasi untuk meningkatkan kinerja itu tidak ada masalah, tapi kalau evaluasi itu didasari atas kepentingan, itu tidak relevan dengan kondisi saat ini. Karena masyarakat butuh pekerjaan, terlebih masa Covid-19 ini, kan tidak etis jika dilakukan pemberhentian seperti itu,"  ujarnya Yong Sanusi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Bengkalis, Yuhelmi ketika dikonfirmasi Riau Pos terkait rencana pemberhentian 20 orang PDE belum berhasil. Karena saat disambangi ke kantornya di Jalan Pertanian, Bengkalis, yuhelmi tidak berada di tempat. Demikian juga melalui pesan singkat WA juga tidak dibalas.(ksm)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

16 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

16 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

22 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

22 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago