Categories: Bengkalis

Bea Cukai Sebut Barantan Beropini

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Kepala Kantor Bantu Bea dan Cukai (BC) Bengkalis di Selatapanjang Agus Suprianto tanggapi tudingan Kepala Balai Karantina Pertanian (Barantan) Wilker Selatpanjang drh Abdul Aziz Nasution.

Agus membantah jika pihaknya telah mengantongi surat dispensasi impor makanan dan minuman (mamin) dari kementerian terkait, seperti yang dituduhkan oleh Aziz.

Atas beredarnya mamin impor di sejumlah pasar Kepulauan Meranti, ia pastikan berada di luar sepengetahuannya selaku jajaran yang baru ditempatkan pada kantor bantu BC Bengkalis di Selatpanjang.  Sehingga ia menilai tudingan yang dilontarkan oleh Kepala Wilkel Barantan Selatpanjang tersebut adalah opini belaka.

"Kita nilai itu opini dia saja. Pasalnya sampai saat ini faktanya tidak ada kami kantongi surat yang dimaksud," ungkapnya, Selasa (21/1).

Walupun demikian Agus tidak menyangkal jika belum lama ini (29/12/19) pernah melihat tembusan surat usulan yang diajukan oleh Pemkab Meranti untuk mendapatkan dispensasi impor kepada pemerintah pusat. Kebijakan tersebut untuk mencukupi keperluan persedian mamin Imlek 2020 nanti.

Namun jawaban dari usulan itu belum diterima olehnya, hingga Selasa (21/1) ini, atau mungkin belum mendapat tanggapan dari pemerintah pusat.

Dengan demikian Agus memastikan jika buah-buhan dan minuman berasal dari luar negeri yang beredar di Kepulauan Meranti adalah ilegal. "Ilegal. Kalau ketahuan masuk pasti kita cegah," ungkapnya.

Seperti diberikan sebelumnya, Kepala Barantan Wilker Selatpanjang drh Abdul Aziz Nasution mengaku telah menerima informasi jika Bea dan Cukai (BC) Selatpanjang sudah mengantongi surat dispensasi impor terkait. Sementara pihaknya tidak.

"Surat itu diakui oleh pihak BC sendiri. Karena akhir pekan lalu, saya ketemu sama mereka di Pekanbaru. Dan ketika itu mereka bilang, kapal dari Malaysia, Senin (20/1) ini akan masuk," cerita Aziz.

Dirinya kaget dan kembali bertanya tentang surat dispensasi impor yang belum ia terima. "Saya tanya kembali,  kok suratnya belum ada masuk ke kami. Namun tak ada jawaban," ujar Aziz lagi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Senin (20/1) jajaran Barantan melaksanakan pengecekan setiap kapal yang masuk di Pelabuhan Pelindo I Selatpanjang. Namun tidak satupun kapal bermuatan buah-buahan yang bersandar, melainkan hanya barang pecah belah.(kom)

Laporan WIRA SAPUTRA, Meranti

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

2 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

2 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

2 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

3 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

3 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

4 jam ago