Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau lokasi waste station yang ada di Taman Tugu Tunjuk Ajar, depan kediaman dinas Wali Kota, Sabtu (28/3/2026).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program waste station yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menukarkan sampah, khususnya sampah anorganik.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa konsep waste station sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju. Sementara di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi kota pertama yang menjalankan program tersebut.
Ia mengaku telah meninjau langsung aktivitas penukaran sampah di waste station Tugu Tunjuk Ajar yang berada di dekat rumah dinas wali kota. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengelolaannya.
Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menghadirkan total 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai wilayah kota.
“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kota menuju konsep Green City yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru. Pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius dalam mewujudkan visi tersebut.
Selain meningkatkan sistem pengangkutan sampah, pemerintah juga menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.
Tidak hanya menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses dapat berjalan secara terintegrasi.
Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis di Pekanbaru. (nda)
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…