apkasindo-silaturahmi-dengan-28-koptan
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Petani sawit mandiri sering menghadapi problem harga saat menjual ke perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS). Selain itu juga tidak mudah mendapat pinjaman bank untuk pembelian keperluan seperti pupuk. Oleh karena itu petani perlu bergabung dalam kelompok tani-kelompok tani yang ada.
"Bergabung dalam kelompok tani ini penting agar kita para petani sawit punya legal standing (kedudukan hukum) dalam berinteraksi dengan pihak lain," ujar Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau, Santha Buana Kacaribu SP MM.
Hal itu diungkapkannya saat bersilaturahmi dengan 28 perwakilan kelompok tani (Koptan) di Desa Rantau Pait, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (20/2).
Ikut hadir bersama Ketua DPW Apkasindo Riau itu kalangan perbankan, BPJS dan distributor pupuk. Puluhan petani sawit mengikuti pertemuan itu dengan penuh semangat. Ada banyak presentasi tentang bagaimana memanfaatkan perbankan, BPJS dan juga mendapatkan pupuk.
Ketua DPW Apkasindo Provinsi Riau ini mendorong pembentukan kelembagaan petani sebagaimana diatur dalam Permentan 67/2016 mengenai Pembinaan Kelembagaan Petani. Melalui penguatan kelembagaan, petani diharapkan akan mendapatkan harga sesuai standar yang mengacu kepada Permentan Nomor 1/2018 mengenai Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Produksi Pekebun.
“Apkasindo Riau sedang berupaya membentuk kelompok tani, agar bermitra dengan PKS," ujarnya.(fiz)
Editor: Rinaldi
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…
Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…