Categories: Bengkalis

Tiga Truk Pengangkut Kayu Ilegal dari GSK Diamankan Polisi

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 5 orang diduga sopir truk colt diesel yang sedang mengangkut kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen yang sah, diamankan Polsek Pinggir, Bengkalis di Jalan Gajah Mada KM 1 Sebanga Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kamis (11/11/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Lima  tersangka berinisial IS, JPS, AI, SL dan SN langsung digiring ke Polsek Pinggir. Sedangkan dari tersangka IS,  polisi mengamankan barang bukti berupa satu mobil truck toyota Dyna BM 9826 TK warna merah dengan muatan kayu mahang. Diduga kayu tersebut dari kawasan Hutan lindung Giam Siak Kecil (GSK) KM 33 Desa Tasik Serai Barat

Kapolsek pinggir, Kompol Maitertika, Selasa (16/11/2021) menyampaikan, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada satu mobil truk colt diesel sedang membawa kayu hasil penebangan di hutan lindung GSK.

"Setelah mendapat informasi itu, kemudian tim menuju Tasik Serai untui menindak lanjuti info tersebut. Saat di sana kita mencurigai truck colt diesel bermuatan kayu sehingga dilakukan tindakan penghentian. Setelah truck berhenti saat pengecekan bahwa truck itu membawa kayu tanpa dilengkapi dokumen sah, dan langsung dilakukan penahanan," ujar Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika.

Setelah satu mobil truck colt diesel pengangkut kayu berhasil diamankan. Kemudian tim di lapangan kembali menahan dua unit mobil truck colt diesel pengangkut kayu dari hutan lindung GSK.

"Dua unit mobil truck colt diesel yang membawa kayu hasil hutan itu diduga berasal dari Desa Tasik Serai Talang Muandau. Saat di Jalan Hajah Mada KM 1 dua mobil truck bermuatan kayu tanpa dilengkapi dokumen sah berhasil diamankan," jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan kata Kapolsek, diketahui kayu-kayu itu diambil atau ditebang dari lahan SN diduga merupakan kawasan GSK. Kemudian terhadap ketiga orang pelaku di bawa ke Polsek Pinggir.

Disebutkan mantan Kapolsek Bengkalis ini, adapun Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan perusakan hutan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 37 angka 16 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Orang perseorangan dengan sengaja memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa memiliki perizinan berusaha, dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar," ujarnya.

 

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

18 jam ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

3 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

3 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

3 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

3 hari ago