konflik-manusia-dan-harimau-sumatera-di-bengkalis-ini-kata-bbksda-riau
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Kamis, (4/6) pagi telah terjadi konflik satwa antara harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang warga bernama Sofian (50) yang sedang menyadap karet di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menjelaskan, menurut kronologi yang disampaikan oleh Kepala Desa Sepahat, Azlan, konflik terjadi pada Kamis (4/6/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu korban yang bernama Sofian (50) sedang menyadap karet.
"Korban mengalami luka cakaran dibagian lutut sampai kebawah, hal ini terjadi saat korban berusaha menyelamatkan diri dan menaiki pohon, tetapi harimau sumatera tersebut berhasil menggapainya dan melukai kakinya. Korban berteriak sehingga warga datang dan akhirnya harimau tersebut menjauh," ujarnya.
Ditambahkannya, atas kejadian tersebut BBKSDA Riau minta kepada warga/ masyarakat sekitar lokasi untuk sementara mengurangi aktifitas dilokasi terjadinya konflik, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa, serta tidak melaÄ·ukan tindakan anarkis terhadap satwa tersebut.
"Korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke RS di Dumai," tambahnya.
Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…
RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…
Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…
Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…
Teror monyet liar di Tembilahan, Inhil, belum berakhir. Delapan warga menjadi korban gigitan dan Damkar…