Kondisi ruas Jalan Kaharuddin Nasution tepatnya di persimpangan bandara berlubang dan rusak, Rabu (22/7/2026). (Prapti Dwi Lestari/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lubang besar menganga di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, tepatnya di kawasan Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini dikeluhkan pengendara karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan Riau Pos, Rabu (22/7), kerusakan tersebut telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Lubang muncul setelah ruas jalan protokol tersebut sebelumnya mendapat perbaikan tambal sulam dari dinas terkait.
Namun, genangan air yang kerap muncul di kawasan tersebut membuat kondisi permukaan jalan semakin rusak. Di sekitar persimpangan, badan jalan terlihat tidak rata dan berlubang hingga kerusakan semakin melebar dengan panjang mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi itu membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Terlebih ketika lubang tertutup genangan air, kedalaman kerusakan jalan sulit diperkirakan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Seorang pengendara, Anindita Putri (31), mengatakan lubang yang tertutup air menyulitkan pengendara untuk mengetahui kondisi jalan di bawah genangan. Situasi tersebut, menurutnya, berisiko membuat pengendara kehilangan kendali saat melintas.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan metode tambal sulam.
”Kalau bisa jangan ditambal sulam lagi karena cepat rusak dan terkikis air. Apalagi posisinya dekat pintu masuk bandara, malu kalau tamu dari luar negeri atau kita sendiri malah disambut jalan rusak parah,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan pengendara motor lainnya, Angga Yudha (36). Ia berharap penanganan tidak hanya difokuskan pada badan jalan yang berlubang, tetapi juga mencakup sistem drainase di sekitar kawasan tersebut.
Menurutnya, kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga belum mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, air kerap menggenangi ruas jalan dan diduga menjadi salah satu penyebab munculnya lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara.
”Ini masalahnya bukan cuma jalan yang berlubang, tapi kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga yang tidak mampu menampung debit air hujan yang menggenangi ruas jalan, sehingga mengakibatkan banyaknya timbul lubang besar yang membahayakan pengendara motor yang melintas di sekitarnya,” tuturnya. (ayi)
Pemprov Riau menyiapkan 90 formasi tenaga perawat melalui skema BLUD. Pengumuman rekrutmen dijadwalkan mulai pekan…
Polisi menangkap dua pria dalam kasus dugaan peredaran sabu di Kamter Pekanbaru. Delapan paket sabu…
Seorang pria ditemukan meninggal di kamar hotel Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Polisi menduga korban sakit,…
BEM Unri menyalurkan bantuan Rp60 juta untuk 50 mahasiswa berupa sepeda, modal UMKM, dan BLT…
Sebanyak 70 lapak liar di sekitar Stadion Utama Riau dibongkar 160 personel gabungan. Pedagang tetap…
Polisi menindaklanjuti laporan warga dan menemukan empat rakit PETI di Sinambek, Kuansing. Keempat rakit tersebut…