Categories: Riau

BPPRD Luncurkan Sitanjak

RIAU (RIAUPOS.CO) — Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti meluncurkan sistem pengelolaan pendapatan dan perpajakan (Sitanjak) yang terintegrasi ke semua OPD teknis.

Aplikasi itu,  diluncurkan Jumat (29/11) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, sekaligus diperkenalkan dengan pelatihan bagi pengguna. "Aplikasi itu terintegrasi ke seluruh dinas teknis yang berkaitan dengan retribusi daerah," kata Kepala Badan

Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ery Suhairi kepada Riau Pos.

Selain terintegrasi kepada OPD teknis, smart aplikasi itu juga bisa dioperasikan oleh wajib pajak dengan menggunakan smartphone mereka masing masing-masing.

Menurut Ery, inovasi tersebut telah lama di gagas guna mempermudah wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya dengan lebih mudah  dan cepat.  "Lebih mudah. Cepat juga. Karena aplikasi ini didukung oleh pembayaran non tunai, sehingga di mana saja dan kapan saja bisa bayar," ungkapanya.

Demikian hendaknya kedepan target retribusi yang kerap tidak lepas target dapat tercapai dengan jumlah yang maksimal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis  mengatakan jika peningkatan PAD adalah sebagai ujung tombak penggerak pembangunan daerah.

Karenanya, sesuai Intruksi Presiden RI, daerah dituntut untuk menggali sumber-sumber pendapatan, salah satunya melalui pajak dan restribusi. Dengan maksimalnya PAD dari Pajak, daerah akan mampu lebih mandiri dalam menggesa pembangunannya.

"Jadi ketika kita mampu mengintensifkan penerimaan sumber-sumber pendapatan daerah,  tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dana bagi basil (DBH) dari pusat yang selalu  terkendala akibat devisit keuangan negara," jelas Sekda.

Penerapan aplikasi Sitanjak ini menurut Sekda, merupakan gebrakan yang baik dalam menjawab tantangan Era Industri 4.0 saat ini yang menuntut segala sesuatunya serba cepat, efisien dan efektif.

"Dengan penerapan sistem ini pengelolaan pajak dan restribusi tidak lagi dilakukan secara manual tapi sudah menggunakan sistem yang terintegrasi yang akan menghasilkan pelayanan cepat, transparan dan profesional.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Warga Pekanbaru Mulai Serbu Waste Station, Sampah Bisa Jadi Uang!

Program waste station di Pekanbaru mulai diminati warga. Sampah kini bisa ditukar jadi uang, dukung…

10 jam ago

Setiap RW Dapat Rp100 Juta, TPemko Pekanbaru Tekankan Integrasi Program Musrenbang dan SIPD

Pemko Pekanbaru alokasikan Rp100 juta per RW. Program wajib masuk Musrenbang dan SIPD demi pemerataan…

11 jam ago

5 Rumah Aspol Pekanbaru Dibangun Lagi Usai Kebakaran

Lima rumah Aspol Pekanbaru yang terbakar segera dibangun kembali lewat gotong royong lintas instansi, ditargetkan…

1 hari ago

Polisi Tangkap Pasutri di Kampar, Sita Senpi Rakitan dan Sabu

Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…

1 hari ago

Mobil Dinas Wali Kota Jadi Antar Jemput Pasien Gratis di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…

1 hari ago

Pemprov Riau Bantu Daerah yang Kesulitan Bayar Gaji ASN

Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…

1 hari ago