Categories: Riau

Gubernur Diminta Turun Tangan Soal Perusahaan Pelanggar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dugaan pelanggaran sejumlah perusahaan perkebunan di Riau saat ini tengah menjadi fokus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau. Di mana sejak beberapa waktu lalu, dewan sudah melaksanakan inspeksi mendadak ke beberapa perusahaan. Dimulai dari PT Adei Plantation hingga yang terbaru di PT Padasa Enam Utama di Kabupaten Kampar. Dugaan pelanggaran pun menurut dewan yang mendatangi perusahaan sawit tersebut terlihat nyata.

Mantan Ketua Pansus Monitoring DPRD Riau Suhardiman Amby menyatakan, penindakan terhadap perusahaan pelanggar harus diseriusi semua pihak. Termasuk juga Gubernur Riau yang saat ini memimpin. Karena, persoalan tersebut sudah menjadi atensi nasional.

‘’Sebelumnya kami sudah sejak lama mengusut dugaan pelangaran oleh sejumlah perusahaan. Mulai dari izin HGU, pajak hingga pencemaran lingkungan melalui pansus monitoring. Namun sampai saat ini belum ada tindakan serius dari pihak terkait,” sebut Suhardiman kepada Riau Pos, Jumat (26/7).

Lebih jauh disampaikan dia, pelanggaran oleh sejumlah perusahaan sebetulnya bila ditindak Pemprov Riau maka akan memberikan imbas positif yang sangat banyak. Pertama tentunya dari segi pendapatan. Kemudian untuk menjaga keseimbangan alam yang ada di Riau. Karena ada banyak hutan lindung dan taman nasional yang dirambah guna menambah keuntungan bagi perusahaan.

“Kalau hutan sudah dirambah seenaknya, dijadikan kebun. Mana peran pemerintah? Makanya Pak Gubernur kami mohon untuk terlibat aktif dan membuat kebijakan yang membuat perusahaan tidak lagi semena-mena,” pintanya.

Diketahui sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT PEU, sebuah perusahaan sawit yang berada di Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kampar, Rabu (24/7) sore. Sidak yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar itu didasari oleh laporan masyarakat. Diduga, perusahaan tersebut telah melakukan serangkaian pelanggaran. Seperti izin, penggarapan kawasan hutan lindung Bukit Suligi hingga persoalan limbah.

Setibanya di lokasi, Asri bersama beberapa anggota DPRD lainnya mendapati secara fisik kondisi kebun sawit milik PT PEU memakan daerah aliran sungai (DAS). Hal itu menurut dia sudah merupakan sebuah pelanggaran.”Peraturan Pemerintah No. 38 / 2011 tentang sempadan sungai harus ada bufferzonenya atau penyanggahnya,” sebut Asri di lokasi.

Ia kemudian menyampaikan, bahwa jarak bibir sungai ke area perkebunan itu minimal 100 meter. Kondisi itu sangat jauh berbeda dengan apa yang ia lihat di lapangan. Selain itu, Ketua DPD Demokrat Riau itu juga melihat pengelolaan limbah perusahaan yang tidak baik. Menurutnya, ada indikasi limbah perusahaan dibuang ke sungai melalui pipa tersembunyi. Apalagi bentuk penampungan akhir limbah hanya berupa kolam-kolam.(nda)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

20 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

20 jam ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

20 jam ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

4 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

4 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

4 hari ago