Categories: Riau

Ubah Perilaku Masyarakat Agar Patuh terhadap Protokol Kesehatan

PEKANBARU (RIAU POS.CO)- Harian Riau Pos sebagai media terbesar terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat menerapkan prilaku 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, menjahui kerumunan. Langkah itu salah satunya diwujudkan dengan kembali menggelar Riau Pos Focus Group Discussion (FGD), Selasa (27/10/2020) pukul 14.00 WIB. 

Acara di pusatkan di Ruang Rapat Redaksi Riau Pos lantai 3 Gedung Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas KM 10, 5 Pekanbaru dengan menghadirkan narasumber Dekan Falkutas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab dr Feriandi Utomo M Biomed dan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Riau Sigit Nugroho Mpsi Psikolog.

Acara yang dipandu oleh moderator Lismar Sumirat kali ini, tema yang diusung adalah "Mengubah Prilaku Masyarakat Agar Patuh terhadap Protokol Kesehatan".

Dalam kesempatan itu dr Feriandi Utomo M Biomed mengungkapkan, penerapan protokol Covid-19 itu sudah sesuai, memang pelaksanaanya itu yang sedikit unik. Dan di Indonesia sayangnya masih lemah di dalam implementasi dan teknis di lapangan. 

"Di Indonesia memang tidak aneh lagi, di setiap ada peraturan dan kebijakan selalu lemah di dalam implementasi dan teknis di lapangan. Tidak hanya sekarang, di beberapa kebijakan lain juga seperti itu," sebut dr Feriandi Utomo M Biomed dalam acara Riau Pos FGD. 

Lanjutnya, artinya peraturan dan kebijakan itu bisa dilakukan asal ada yang mengawasi dan sanksi yang tegas. Dan sosialisasi harus matang.

"Tetapi yang terjadi saat sekarang ini masih ada saja oknum masyarakat yang menganggap kalau covid-19 itu tidak ada dan sebagainya. Dan anehnya, pemerintah menjawab itu bukan dengan sesuatu yang ilmiah. Artinya, ketika ada orang yang berbeda pendapat seharusnya pemerintah bisa menjawabnya dengan lebih meyakinkan atau dijawab dengan sesuatu yang lebih ilmiah," terangnya. 

Sementara itu, Ketua HIMPSI Riau Sigit Nugroho Mpsi Psikolog menjelaskan, ketika bicara dengan masyarakat soal imbauan penerapan protokol kesehatan maka bahasa yang paling pas adalah bahasa hukum. 

"Konteks bicara kepada masyarakat seharusnya menggunakan satu bahasa yaitu bahasa negara atau bahasa aturan. Dan aturan itu harus dicontohkan, dikerjakan. Dan jika tidak dikerjakan maka akan ada sanksi yang jelas," terangnya.

 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

GPM HUT TNI AU Disambut Antusias, Warga Berburu Sembako Murah

Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…

17 menit ago

Lansia Bakar Ban di Tengah Kota Pekanbaru, Protes Tak Terima Bansos Sejak 2019

Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…

56 menit ago

Hujan Sebentar, Jalan Langsung Tergenang! Drainase Pekanbaru Jadi Sorotan

Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…

1 jam ago

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 Dimulai, 110 Pelajar Adu Fisik, Mental, dan Karakter

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…

5 jam ago

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

21 jam ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

22 jam ago