PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, yang sudah ditetapkan sejak 12 Februari lalu resmi diakhiri pada Selasa (27/10/2020).
Pengakhiran status siaga tersebut dilakukan dalam rapat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama dengan Forkopimda Riau yang tergabung dalam Satgas Karhutla di kantor Gubernur Riau.
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution yang langsung memimpin rapat tersebut mengatakan, pengakhiran status siaga darurat Karhutla tersebut berdasarkan prakiraan cuaca dari pihak BMKG yang memprediksi di provinsi Riau akan terjadi musim hujan mulai November.
"Prediksi dari BMKG, bulan November sudah memasuki musim hujan di Riau. Hal tersebut yang mendasari pencabutan status siaga Karhutla di Riau," katanya.
Meskipun status siaga darurat Karhutla di Riau sudah resmi diakhiri, namun tim dari BPBD Riau bersama unsur terkait tetap akan siaga. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya bencana lain saat musim hujan seperti banjir.
"Tim BPBD Riau dan unsur TNI-Polri akan tetap siaga jika terjadi bencana," sebutnya.
Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru Marzuki mengatakan, pada bulan November di Riau diprediksi akan terjadi musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Daerah dengan hujan berintensitas tinggi diprediksi akan terjadi diwilayah pesisir Riau.
"Musim hujan di Riau diprediksi akan terjadi mulai November hingga awal tahun 2021. Intensitas nya sedang hingga tinggi," sebutnya. (adv)
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…
Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…
BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…
Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…
PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…
Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…