Aliansi Masyarakat Peduli Ulama Kepulauan Metanti menggelar aksi bela UAS di Taman LAMR, Jalan Dorak, Selatpanjang, Selasa (27/8/2019).(WIRA/RIAUPOS.CO)
MERANTI (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 11 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menyatakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Ulama Kepulauan Meranti menggelar aksi bela Ustaz Abdul Somad (UAS). Aksi dilakukan tepat di Taman Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Jalan Dorak, Kelurahan Selatpanjang Timur Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (27/8/2019).
Aksi dimotori oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang juga melibatkan Front Pembela Islam (FPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yayasan Fitrah Madani, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Laskar Merah Putih, Laskar Melayu, Karang Taruna, KNPI, Granat, dan Badan Wakaf Al-Quran Indonesia daerah setempat.
Seperti deklarasi yang dilontarkan mereka, melalui Ketua LAMR Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, deklarasi itu menindaklanjuti tuduhan yang ditujukan kepada UAS sebagai penista agama tertentu.
"Atas tuduhan tersebut, kami menilai adanya indikasi penggiringan opini seolah-olah UAS bersalah walaupun ia telah memberikan klarifikasi," ujar Muzamil.
Penggiringan opini itu juga, menurutnya jelas untuk menunjukkan besarnya arus Islamphobia yang dimotori oleh pihak-pihak tertentu.
"Jadi berdasarkan infornasi, fakta-fakta yang telah kami amati dan kami cermati, maka dengan ini kami para tokoh ulama, tokoh adat, aktivis Islam dan OKP menyatakan sikap," ungkapnya. (wir)
Laporan : Wira (Selatpanjang)
Editor : Erizal
Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…
Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…
PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…
Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…
Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…
Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…