Categories: Riau

Riau Masuk 10 Besar Daerah Peredaran Narkoba

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dari data yang rilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Provinsi Riau masuk dalam 10 besar daerah dengan jumlah penyalahguna serta peredaran narkoba terbesar di Indonesia. Dari angka 10 besar tersebut, bahkan Provinsi Riau saat ini menempati posisi kelima.

Gubernur Riau Syamsuar mengaku cukup miris dengan masih tingginya angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Riau tersebut. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi tingginya angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut bersama dengan instansi terkait.

“Informasi dari BNN, Riau masuk 10 besar angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Bahkan posisi lima pula. Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk menyelesaikannya,” kata Syamsuar usai menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Gedung Brimob Polda Riau, Rabu (26/6).

Berdasarkan informasi yang ia terima, lanjut Syamsuar, yang menjadi angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Riau tinggi yakni wilayah Riau yang berbatasan dengan negara tetangga. Di mana wilayah tersebut menjadi pintu masuk narkoba dari negara lain.

“Pintu masuk narkoba itu dari daerah pesisir seperti Dumai, Bengkalis, Meranti, Indragiri Hilir. Lokasi inilah yang dimanfaatkan oleh para bandar besar untuk memasok narkoba,” sebutnya.

Mantan Bupati Siak ini mengaku, bahwa saat ini pihaknya sudah menyusun tim terpadu yang akan turun hingga kabupaten/kota untuk mengajak masyarakat menjauhi narkoba. Tim tersebut juga nantinya akan bertugas memetakan lokasi mana saja yang rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Riau ini.

“Jadi untuk memberantas narkoba ini harus bekerja sama, kalau tidak kerja sama akan sulit untuk memberantasnya. Karena para pengedar itu ada juga yang menggunakan masyarakat sebagai kaki tangannya,” ujarnya.

Untuk merangkul masyarakat agar tidak ikut terlibat dalam peredaran narkoba, Syamsuar juga mengaku sudah memiliki cara. Yakni  dengan melibatkan masyarakat yang masuk daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan kegiatan lain yang bernilai ekonomi.

“Kalau di Pekanbaru misalnya saja daerah Kampung Dalam, di sana nanti masyarakatnya akan diberikan kegiatan pelatihan UMKM. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan memiliki penghasilan sehingga tidak terlibat peredaran narkoba,” katanya.(sol)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

22 jam ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

23 jam ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

3 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

3 hari ago