FOTO BERSAMA: Tim pengabdian LPPM Unri foto bersama usai memberikan penyuluhan dan menyerahkan bantuan alat pengolahan produk kijing pada kelompok pengolah Alam Bendungan, Desa Sungai Paku, Kampar, Sabtu (13/7/1019).
KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Desa Sungai Paku merupakan salah satu desa penghasil kijing yang terletak di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Bekerja sama dengan kelompok usaha pengolahan Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau (LPPM UNRI) melakukan pembinaan intensif dalam usaha pengolahan dan pemasaran produksi kijing.
Pembinaan ini dilakukan oleh TIM Pengabdian dengan Skema Desa Binaan yang terdiri dari Prof Dr Bustari Hasan MSc, Dian Iriani SPi MP MSc, Ir N Ira Sari MSi, Dr Trisla Warningsih MSi, Elvrin Septyanti SPd MPd, dan Dr Fitra Suzanti MSi.
“Kijing merupakan kerang air tawar yang hidup secara alami di dasar sungai dan kolam ikan masyarakat yang memanfaatkan makanan-makanan sisa budidaya perikanan. Selain kaya akan kandungan protein, zat besi (Fe), kijing juga kaya akan asam amino esensial dan asam lemak tak jenuh (EPA dan DHA) yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Akan tetapi pemanfaatannya belum optimal. Oleh karena itu, kijing sangat potensial sebagai bahan baku untuk memperkaya gizi berbagai makanan olahan”, ujar ketua pelaksana Prof Dr Bustari Hasan MSc, Kamis (25/7).
Ini merupakan tahun kedua pembinaan yang dilakukan dengan skema pengabdian desa binaan. Di mana tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat menjadi pengolah yang kreatif, produktif dan mandiri, memberikan pengetahuan tentang pengurusan izin produk dari Dinkes (P-IRT) dan memberikan keterampilan manajemen produksi dan strategi pemasaran agar produksi berkembang dan sustainable.
Sementara Dian Iriani SPi MP MSc selaku Koordinator Pelaksana menyampaikan, kegiatan pengolahan kijing ini sudah dimulai sejak tahun 2012. Berdasarkan evaluasi dari tahun ketahun terhadap produk olahan kijing yang telah dibuat, ternyata masyarakat lebih menyukai produk olahan kijing yang renyah dan kriuk berupa kerupuk dan snak. Makanya di tahun ini, dilakukan usaha pengolahan dan pemasaran untuk produk ini.
‘’Kami juga memberikan bantuan alat berupa sejumlah peralatan untuk pengolahan kerupuk dan snack yaitu alat pencetak kerupuk, alat pencetak snack, spinner (penyaring minyak), dan rak-rak tempat penjualan produk tersebut di toko/swalayan, di mana tahun sebelumnya kami telah memberikan bantuan alat berupa freezer untuk menyimpan bahan baku kijing,’’ kata Dian Iriani.
Selaku Ketua Kelompok Pengolah Alam Bendungan, Desa Sungai Paku Hasbuna SPi mengucapkan terimakasih kepada dosen tim pelaksana kegiatan, LPPM UNRI, yang telah memberikan pelatihan pengolahan produk kijing, sehingga dengan pelatihan ini dapat membantu perekonomian keluarga ibu-ibu tani pengolah di Desa ini, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada adik-adik mahasiswa Unri yang sedang Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di desa ini yang telah membantu hingga suksesnya kegiatan ini.(hen/c)
Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…
Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…
Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…