riau-peringkat-lima-nasional-capaian-investasi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan Il 2022, mencapai Rp20,7 triliun atau meningkat 88,3 persen, jika dibandingkan triwulan II 2021, yaitu Rp10,99 triliun. Capaian investasi Rp20,7 triliun tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp8,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,4 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau Helmi D mengatakan, dengan capaian investasi tersebut, sekaligus menempatkan Riau diperingkat lima besar realisasi instansi triwulan II di Indoensia. Di mana peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat dengan capaian Rp44,0 triliun. Kemudian DKI Jakarta Rp40,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun dan keempat Jawa Timur Rp29,9 triliun.
"Alhamdulillah, investasi Riau triwulan II mencapai Rp20,7 triliun atau naik 88,3 persen year on year. Sehingga menempatkan Riau pada peringkat lima nasional," katanya.
Adapun target realisasi investasi 2022 yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebesar Rp60,46 triliun atau 5,04 persen porsi terhadap nasional.
"Pada triwulan II April-Juni 2022, Provinsi Riau telah mencapai Rp20,7 triliun atau 137,1 persen untuk target per triwulan. Sedangkan Januari-Juni 2022 telah mencapai Rp44,4 triliun atau 73,4 persen terhadap target tahunan yang telah ditetapkan," jelas Helmi.
Secara nasional, realisasi investasi Riau triwulan II April-Juni 2022, berada di peringkat lima, dengan nilai investasi Rp20,7 triliun, dimana untuk PMDN peringkat keempat dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat kedelapan dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun.
"Untuk wilayah Sumatera, realisasi investasi Riau triwulan I April-Juni 2022, berada di peringkat dengan nilai investasi Rp20,7 triliun. Di mana untuk PMDN peringkat ketujuh dengan nilai investasi Rp12,4 triliun dan PMA peringkat pertama dengan nilai Investasi 578,2 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun," jelasnya.
Dipaparkan Helmi, adapun beberapa sektor penyumbang investasi di Riau di antaranya yakni sektor listrik, gas dan air. Industri kertas dan percetakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, industri kimia dan farmasi.
"Kemudian juga hotel dan restoran. Kehutanan, industri karet dan plastik, konstruksi, perikanan, industri kayu dan beberapa industri lainnnya," ujarnya.(sol)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…