PEMAKAMAN: Suasana pemakaman bayi yang ditemukan dalam kantong plastik di Siak Sriindrapura dalam keadaan hidup, menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di RSUD Arifin Achmad, Senin (24/6/2019). (HUMAS POLRES SIAK FOR RIAU POS)
SIAK (RIAUPOS.CO) — Akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (22/6) warga Siak Sri Indrapura dihebohkan dengan temuan bayi di dalam kresek (kantong plastik).
Sayangnya, bayi malang yang langsung dirawat di RSUD T Rafian, Senin (24/6) pagi dikabarkan tewas. Sementara orang tua maupun pelaku pembuangan bayi yang dipaksa lahir tersebut belum ditemukan.
Disebut dipaksa lahir ke dunia karena menurut keterangan kepolisian, bayi lahir prematur. Dengan berat 1,6 kilogram dan panjang 40 Cm. Informasi meninggalnya bayi tersebut diungkapkan Paur Humas Mapolres Siak Bripka Dedek Suprayoga, Senin siang usai dilakukan pemakaman secara Islam oleh pihak Polsek Siak Sri Indrapura bersama dinas terkait dari Pemkab Siak.
“Bayi yang ditemukan di dalam keadaan hidup dalam kantong plastik hitam Sabtu lalu, sempat dirawat. Namun tidak berhasil diselamatkan dan meninggal pagi tadi,†ungkap Dedek.
Bayi dengan jenis kelamin perempuan yang dirawat di RSUD Siak tersebut, sebelumnya ditemukan dalam keadaan hidup di dalam kantong plastik hitam. Tepatnya di gang Petai belakang Siak Meubel, Kelurahan Kampung Dalam, Kota Siak Sriindrapura. Wafat Senin sekitar pukul 07.50 WIB.(egp)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.