Categories: Riau

Masjid As Sajadah Terinspirasi Bangunan di Turki

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebagai tempat ibadah kaum muslim, masjid tidak saja sebagai tempat yang diagungkan dan disucikan. Tetapi, masjid juga dibangun dengan desain yang indah maupun unik.

Terletakdi Jalan Lintas Kubang Raya, Masjid As Sajadah memiliki ciri identik bangunannya yang menyerupai persegi dengan bangunan khas timur tengah, terutama daripada negara Turki.

Bila diperhatikan, area masjid didominasi dengan warna kesukaan Nabi Muhammad SAW, yakni hijau. Bangunan masjid sendiri terdiri dari dua lantai. Yang mana, lantai dua bisa digunakan untuk belajar mengaji anak-anak maupun menunaikan salat lima waktu, jika di lantai satu penuh untuk jamaah laki-laki.

Sementara, tempat berwudhu antara laki-laki dan perempuan terletak tepat di sebelah kanan dan kiri dengan konsep alam yang kental. Dinding pembatas tampak seperti batu-batu alam yang dihiasi tanaman rambat yang menambah cantik bangunan masjid.

Sebagai pengurus Masjid As Sajadah Dedi Sumardi SE mengungkapkan, pemilik membangun masjid awalnya  terinspirasi dari sebuah bangunan yang ada di negara Turki. Dari situlah, H Idrus kemudian membeli lahan dan membangun masjid dengan bangunan yang unik.

“Awalnya banyak yang mengira ini gereja karena bentuknya yang tidak seperti masjid biasanya,” cerita Dedi kepada Riau Pos, Senin (20/5).

Terletak di jalan lintas, tak heran jika kebanyakan warga berhenti untuk beribadah ataupun sekadar melepas penat dari perjalanan. Kendati begitu, jamaah dari masyarakat sekitar juga tak kalah banyak, sebab masjid yang telah berdiri selama empat tahun itu juga digunakan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri setiap tahunnya.

“Terinspirasi dari sebuah masjid yang berada di Provinsi Turki, beliau pernah ke sana dulu,” ucapnya.

Untuk membangun masjid sesuai dengan aslinya, lanjut Dedi, pemilik masjid mendatangkan langsung arsitek dari salah satu perguruan tinggi di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung untuk mengerjakan bangunan masjid.

“Kegiatan selama Ramadan sama seperi masjid lainnya, ada pengajian, wirid, tausiyah, kultum subuh, tadarus Alquran dan lainnya,” imbuhnya.

Yang membedakan masjid As Sajadah dengan masjid lainnya ialah adanya kegiatan setiap pagi Jumat mengadakan Salat Sajadah. Sama dengan namanya, Dedi menerangkan, bangunan masjid dari depan ke belakang memang nampak seperti seseorang sedang sujud salat, kecil di depan dan lebar di belakang.

“Siapa saja yang ingin melaksanakan (Salat Sajadah,red). Tidak diharuskan. Ada pengajian umum juga, siapa saja,” pungkasnya.(*1)


Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

SE Bupati Kuansing Ditempel, Satpol PP Pantau Kafe dan Kedai

Satpol PP Kuansing patroli hari pertama Ramadan, pastikan rumah makan di Teluk Kuantan tutup hingga…

8 jam ago

27 Calon Jemaah Haji Riau Tunda Berangkat 2026, Ini Penyebabnya

Sebanyak 27 calon jemaah haji Riau menunda atau batal berangkat 2026 karena faktor kesehatan dan…

10 jam ago

Jalintim KM 75 Pangkalankerinci Ditimbun, Sistem Buka Tutup Masih Berlaku

Penimbunan Jalintim KM 75 Pangkalankerinci selesai 300 meter, sistem buka tutup masih berlaku hingga proyek…

10 jam ago

Ramadan di Balik Jeruji, Napi Salat Berjamaah di Samping Kepala Lapas

Ratusan napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru khusyuk salat Tarawih bersama Kalapas pada malam pertama Ramadan…

11 jam ago

Corporate Gathering Ramadan, Grand Zuri Duri Tawarkan Kuliner Khas Indonesia

Grand Zuri Duri gelar Corporate Gathering Ramadan 2026, perkenalkan konsep “Sajian Nusantara” untuk berbuka puasa.

11 jam ago

PTPN IV Rawat Kearifan Lokal, Balimau Kasai Jadi Simbol Harmoni

PTPN IV Regional III dukung tradisi Balimau Kasai di Tandun, Rokan Hulu, sebagai wujud pelestarian…

14 jam ago