Pemko Dilema Hadapi Pedagang Musiman
KOTA (RIAUPOS.CO) — Sejak memasuki bulan Ramadan 1440 H, pedagang musiman ramai berjualan di sepanjang jalan Kota Pekanbaru. Beberapa pedagang nekat berjualan di bahu jalan sehingga membuat kemacetan arus lalu lintas.
“Sebenarnya, pemerintah berada di dua sisi untuk masalah ini,†kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru M Noer kepada Riau Pos, Kamis (23/5).
Dijelaskan M Noer, Pemko Pekanbaru di satu sisi ingin memberikan kesempatan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengembangkan produksi dan meningkatkan perekonomian dari hasil berjualan.
“Tapi di satu sisi lainnya, kami tidak mau kota menjadi tidak tertib,†katanya.
Oleh karena itu, M Noer meminta aparat terkait, baik Satpol PP maupun camat dan lurah untuk bisa melakukan pengawasan dan menertibkan lokasi-lokasi berjualan pedagang agar jangan sampai membuat kemacetan di wilayah masing-masing.
“Tentunya, kami juga meminta pengertian kepada masyarakat, khususnya pedagang untuk masalah ini,†ucapnya.
M Noer mengimbau agar pedagang bisa berjualan di tempat yang tidak menimbulkan kemacetan. Yaitu dengan cara berjualan tidak di pinggir jalan.
“Kalau jalan utamanya macet, ambil jalan siripnya itu bisa. Tapi, masyarakat kan cenderung ke depan-depan. Kalau bisa mundur supaya tidak menganggu pengguna jalan lainnya,†jelasnya.(*1)
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu