ILUSTRASI: Diskes Provinsi Riau terima pasien ibu hamil yang alami sesak nafas, Senin (23/9/2019). (MUSLIM NURDIN/SOFIAH/*1)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seorang ibu hamil mengalami sesak nafas, Senin (23/9/2019). Kondisi ini diduga akibat kabut asap yang masih pekat mengepung hampir seluruh bagian Kota Pekanbaru.
Ibu hamil yang bernama Eli ini ditemui Riaupos.co ketika berada di Posko penanganan asap di Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau. Eli mengatakan, sesak yang dialaminya usai mengurus berkas dari kantor Mal Pelayanan Pekanbaru yang merupakan eks kantor Wali Kota Pekanbaru.
"Jadi tadi ada beberapa berkas yang harus diurus dan diselesaikan di kantor Wali Kota Pekanbaru. Pas arah pulang tiba-tiba sesak. Jadi cari posko terdekat," sebutnya yang merupakan Ketua Yayasan TK Elisabhet di Jalan Pelajar.
Lebih lanjut, usia kandungan Eli yaitu 16 minggu. Eli mengandung anak kelima.
Dokter yang menangani langsung memberikan oksigen tambahan. Melalui selang bening itulah oksigen masuk dan membuatnya sedikit rileks..
"Kalau untuk pemberian oksigen normalnya 15 menit sampai 60 menit," sebut dr Fadlul Resi yang menangani.
Katanya, Eli didiagnosa Ispa. Ia pun diberikan obat dan vitamin. Serta diarahkan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas. Sudah ada tujuh orang di pagi ini yang datang ke posko.
Lebuh lanjut, pada Ahad (22/9) pun terdapat dua ibu hamil yang alami kondisi seperti Eli.
Data pasien pada Ahad (22/9) terdapat pasien ispa 13 orang, asma satu orang, dan penyakit lainnya enam orang. Sementara ini jumlah total ispa 84 orang, asma 16 orang, dll 69 orang.
Laporan: Musilim Nurdin/*3/Pekanbaru
Editor: wws
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…