Categories: Riau

Cemburu, Jadi Alasan Pria Ini Bunuh dan Kubur Istri Dekat Septic Tank

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelarian AI, tersangka pelaku pembunuh Siti Hamidah, yang tidak lain adalah suami korban berakhir, Selasa (22/6/2021). Itu setelah tim khusus yang dibentuk Polda Riau berhasil menangkap AI di tempat pelariannya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Setelah ditangkap, tersangka AI langsung dibawa Timsus Polda Riau ke Pekanbaru guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam sebuah ekspose yang digelar di halaman Gedung Mapolda Riau, Rabu (23/6/2021).

Saat ekspose, pihak kepolisian turut menghadirkan AI yang tampak menggunakan kursi roda dengan perban di kaki kiri. Kapolda mengatakan, keberhasilan pihaknya menangkap tersangka AI berkat kerja sama Timsus Polda Riau dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur serta dibantu Polres Nganjuk.

“Tersangka ditangkap di sebuah gudang di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Setelah beberapa kali tersangka berpindah-pindah. Mulai dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Kemudian ke Jakarta. Dari sana pindah lagi ke Jawa Barat, sampai akhirnya ditemukan di Kabupaten Nganjuk,” ujar Kapolda dalam keterangannya.

Kapolda menceritakan, pengakuan tersangka, aksi kejamnya itu berawal dari cekcok dengan istri pada 21 Mei 2021 lalu. Di mana tersangka mengaku cemburu buta karena menduga sang istri telah berselingkuh. Sekitar pukul 12.00 WIB, AI kemudian mencekik sang istri yang sedang berkegiatan di dapur rumah.

"Saat itu korban mengalami pingsan, namun masih bernapas. Tersangka kemudian membawa istrinya ke kamar. Sang istri yang tengah hamil kembali dibekap dengan bantal hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir,” ungkap Irjen Agung.

Usai menghabisi korban, AI kemudian meminta tukang kebunnya untuk menggali lobang dekat septic tank depan rumah. Alasannya, aliran septic tank ada yang tersumbat. Setelah digali, AI kemudian menyuruh tukang kebun tersebut untuk pergi membersihkan diri ke luar rumah. Saat itulah tersangka mengubur korban.

"Kami akan menerapkan pasal paling berat. Kemudian juga melihat aspek psikologi dan melihat kemungkinan ketergantungan narkoba. Yang dialibikan saat ini dia melakukan karena emosi dan cemburu buta, kemudian mengeksukusi korban dengan cara yang tadi disebutkan,” pungkas kapolda.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Share
Published by

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago