Categories: Riau

Operasi Gabungan Polda Riau: SIM Palsu hingga ODOL Terjaring Razia

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) bekerja sama dengan UPPKB Tenayanraya menggelar operasi gabungan penertiban kendaraan over dimension and over loading (ODOL) serta travel gelap (penumbar). Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Lintas Pekanbaru–Pelalawan pada Rabu (21/5).

Operasi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini melibatkan 11 personel Ditlantas dan 9 personel UPPKB. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka pelanggaran oleh kendaraan angkutan barang.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menyatakan bahwa penertiban terhadap ODOL merupakan bentuk keseriusan Polri dalam mewujudkan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman. “Penindakan ini bukan hanya soal hukum, tapi bagian dari pencegahan kerusakan infrastruktur dan upaya menekan potensi kecelakaan,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan berbagai jenis pelanggaran. Salah satunya adalah pengemudi yang menggunakan SIM palsu, yang langsung diamankan untuk didata. Selain itu, ditemukan juga pelanggaran seperti penggunaan knalpot brong dan pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan.

Total 60 kendaraan ditilang dalam operasi ini. Rinciannya antara lain: tidak memakai helm (12 pelanggar), tidak memiliki SIM (6 pelanggar), tanpa STNK (5 pelanggar), tanpa STUK (20 pelanggar), kelebihan muatan (16 pelanggar), dan tidak menggunakan sabuk pengaman (1 pelanggar).

Selain itu, petugas juga memberikan 29 teguran kepada pelanggar dengan kesalahan seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, serta mengabaikan penggunaan sabuk pengaman, jelas Kombes Taufiq.

Tidak hanya melakukan penindakan, dalam operasi ini juga dilakukan edukasi kepada pengendara terkait pentingnya keselamatan di jalan raya. Kasubdit Gakkum AKBP Lagomo menegaskan bahwa kendaraan ODOL sangat rentan menyebabkan kecelakaan berat.

“ODOL bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan. Banyak kecelakaan yang dipicu oleh kendaraan ODOL berakhir dengan korban jiwa,” tandasnya. (nda)

Redaksi

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

12 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

13 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

15 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

17 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

17 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

17 jam ago