Categories: Riau

UAS Tak Akan Pernah Lari

MEDAN (RIAUPOS.CO) Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi tablig akbar di Masjid Agung Medan, Selasa (20/8). Dalam kesempatan itu UAS sempat menyinggung dirinya yang dilaporkan ke Polda NTT akibat ceramah tanya jawab pada tiga tahun lalu.

 

"Sebagai warga negara yang baik, saya siap. UAS tidak akan pernah lari," katanya disambut tepuk tangan ribuan jamaah.

 

UAS juga mengungkapkan, dirinya tidak pernah takut dengan berbagai ancaman dalam dakwah yang dijalaninya. "Kalau besok UAS mati, saya yakin akan tumbuh seribu UAS-UAS baru. Saya tidak pernah takut mati selama berada di jalan Allah dan Rasulullah," katanya.

 

Sebelumnya, UAS mengklarifikasi soal isi ceramahnya tentang salib dan patung yang videonya kini tersebar di media sosial (medsos). UAS menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah seorang jamaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Klarifikasi UAS itu diunggah dalam akun resmi sosial media Youtube milik FSRMM TV pada Ahad (18/8).

"Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami," kata UAS.

Ia menjelaskan bahwa ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Kata UAS, subtansi ceramah tersebut hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion. Bukan di lapangan sepakbola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Isa AS untuk orang Islam dalam Alquran dan sunnah Rasulullah SAW," katanya.

Selain itu, UAS mengatakan selama ini dirinya kerap berdakwah dengan metode tanya jawab agar memberi ruang bagi jamaah untuk bertanya berbagai pertanyaan seputar agama Islam. UAS mengaku heran mengapa ceramahnya tersebut baru dipersoalkan oleh banyak orang saat ini. Ia menegaskan tak merasa bersalah karena ceramah tersebut tak memiliki tendensi untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

 

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Sumber : Sumut Pos
Editor Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

1 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

1 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago