Categories: Riau

Musnahkan Buah Ilegal 681 Kg

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) — Jajaran Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan), Kelas I Pekanbaru, melakukan pemusnahan barang tegahan berupa buah impor ilegal asal Cina, Malaysia dan Afrika, jumlahnya 681 Kg.

Pemusnahan tersebut dengan cara dibakar tepat di kantor Barantan Wilker Selatpanjang yang dipimpin Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Barantan Kelas I Pekanbaru, Ferdi SP, Kamis (20/2).

Komoditas tersebut lanjut dimusnahkan karena melanggar Pasal 33 UU No. 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Seluruh barang tegahan itu tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal. 

Selain itu juga tidak melalui tempat pemasukan yang ditetapkan, dan tidak melalui petugas karantina untuk keperluan pemeriksaan. 

Terlebih dikatakannya, berdasarkan Permentan Nomor 42 Tahun 2012, Provinsi Riau bukan merupakan tempat pemasukan bagi buah segar dan sayuran buah segar dari luar negeri. 

Tempat pemasukan buah-buahan hanya diperbolehkan melalui Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta hingga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

"Penahanan dan pemusnahan komoditas buah-buahan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Karantina Pertanian Pekanbaru wilayah Selatpanjang dengan Bea dan Cukai Selatpanjang," ujarnya.

Dijelaskannya, pemusnahan tersebut bertujuan melindungi masyarakat sekitar. Ke depan kata dia, jika pengusaha berkeinginan mendatangkan buah-buahan diwajibkan melengkapi dokumen.

"Jadi pemusnahan buah-buahan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari hama dan penyakit kususnya di Kepulauan Meranti," ujarnya. 

Melalui Kepala Barantan Wilker Selatpanjang, drh Abdul Aziz Nasution kepada Riau Pos mengungkapkan  rincian buah buah ilegal itu terdiri dari jeruk mandarin 146 kotak dengan berat 568 Kg, pir kuning 3 kotak 38 Kg dari Cina.

Pir hijau 1 kotak 13 Kg  dan buah anggur 1 kotak 13 Kg dari Afrika Selatan. Yang terakhir jeruk bali 6 kotak seberat 66 Kg dari Ipoh Perak Malaysia. Total keseluruhan 156 kotak.

Penindakan kepada barang ditemukan kapal lintas batas KM Maju Jaya 88 yang bersandar di pelabuhan Pabean, Pelindo I Selatpanjang belum lama ini.(wir)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

10 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

10 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

16 jam ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

16 jam ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

2 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

2 hari ago