Almarhum Dr drh Chaidir dinaikkan ke ambulan usia prosesi salat jenazah di Masjid Al-Ikhlas, Desa Pandau Jaya, Siak Hulu, Kampar pada Rabu (19/11/2025). (Hendrawan Kariman)
PANDAU JAYA (RIAUPOS.CO) – Dr drh H Chaidir MM telah berpulang untuk selama-lamanya. Almarhum dimakamkan di TPU Desa Pandau Jaya, Jalan Purwosari, Kecamatan Siak Hulu, Rabu (19/11/2025) siang.
Sebelum dimakamkan, jenazah lebih dulu disalatkan di Masjid Al-Ikhlas, Komplek DPRD Pandau Jaya, sekitar 200 meter dari rumah duka. Ratusan jemaah memenuhi masjid yang masih dalam proses pembangunan itu, bahkan meluap hingga ke halaman.
Puluhan tokoh politik, seniman, birokrat senior, hingga mantan Gubernur Riau turut hadir. Terlihat di antara mereka Rusli Zainal, Saleh Djasit, dan Syamsuar. Sejumlah politisi seperti Ayat Cahyadi dan Eddy M Yatim juga tampak mengiringi prosesi.
Banyak tokoh masyarakat, jurnalis, serta sahabat-sahabat dekat almarhum datang untuk memberi penghormatan terakhir. Nama-nama seperti Zaini Ismail dan Fakhrunnas MA Jabbar terlihat berada di tengah kerumunan pelayat.
Setelah salat jenazah, jemaah menyatakan keikhlasan mereka atas kepergian Chaidir. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans, dikawal Satlantas menuju pemakaman sekitar pukul 12.45 WIB.
Mantan Gubernur Riau Syamsuar menyebut kepergian Chaidir sebagai kehilangan besar bagi Riau. Bagi dirinya pribadi, almarhum adalah sahabat yang selalu memberi masukan penting tentang pembangunan daerah.
Syamsuar mengenang Chaidir sebagai sosok cerdas, ahli komunikasi, namun tetap rendah hati meski pernah menduduki posisi strategis. Ia mengaku sempat terkejut, karena baru beberapa hari sebelumnya mendengar kabar sahabatnya jatuh sakit.
Di mata mantan Gubernur Saleh Djasit, Chaidir adalah pribadi luar biasa yang mendedikasikan hidupnya untuk birokrasi, politik, dan dunia pendidikan. Tak hanya bekerja sebagai ketua DPRD, ia juga aktif mengajar dan membina berbagai organisasi.
Saleh mengingat peran besar Chaidir dalam memperjuangkan dana bagi hasil (DBH) bersama daerah penghasil seperti Aceh, Kaltim, dan Papua. Menurutnya, almarhum adalah sosok yang mampu menjembatani banyak persoalan dengan kepiawaian komunikasinya.
“Kepergiannya membuat seluruh masyarakat Riau merasa kehilangan,” ujar Saleh.
Ia berharap semua amal baik yang dilakukan Chaidir selama hidup menjadi teladan bagi generasi muda.(end/aka)
Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…
Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…
Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…
Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…
Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…
Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…