Categories: Riau

Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Karhutla Riau Capai 16.231 Hektare

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (18/8/2026). Kondisi tersebut semakin terasa saat siang hingga malam karena asap terlihat makin pekat dan mulai dikeluhkan masyarakat.

Pantauan di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru menunjukkan kabut putih tipis sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB hingga 09.35 WIB. Sejumlah besar pengendara sepeda motor yang melintas di jalan protokol tersebut terlihat mengenakan masker.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi Siregar mengatakan, terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Angin yang saat itu lebih dominan bergerak dari arah tenggara menuju selatan turut memungkinkan asap dari Pelalawan terbawa hingga ke Pekanbaru. Kondisi udara yang kabur dapat kembali berkurang apabila angin cukup kencang untuk membawa massa udara ke wilayah lain.

Meski kabut asap mulai terlihat di sejumlah ruas jalan, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru masih berjalan normal. General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan bersama BMKG dan AirNav.

Seluruh prosedur operasional penerbangan juga tetap dijalankan, termasuk langkah antisipasi apabila jarak pandang mulai mengganggu keselamatan penerbangan.

Sementara itu, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau terus dilakukan tim gabungan. Pemadaman dan pendinginan berlangsung di Bengkalis, Kampar dan Indragiri Hulu (Inhu). Di Mempura, Siak, satu titik api juga telah berhasil dipadamkan.

Dukungan dari udara turut dimaksimalkan. Helikopter BNPB jenis MI-17 dan MI-8 melakukan water bombing serta patroli di Rimbo Panjang Kampar, Kerinci Pelalawan dan Guntung Inhil dengan total 21 sortie.

Di Kampar, petugas masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan di kawasan Perumahan Rimbo Panjang, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan permukiman warga. Titik api masih tersebar dan luas lahan yang terdampak belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Di Siak, kebakaran lahan di Mengkapan yang merupakan kebun sawit warga telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Kendala utama di lokasi adalah sumber air yang berjarak sekitar 3 hingga 4 kilometer. Kebakaran juga terjadi di lahan koperasi Kampung Dayun seluas sekitar 2 hektare dan telah berhasil ditangani.

Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Inhu, api mulai terkendali setelah proses pemadaman memasuki hari ke-16. Namun, asap tipis dan bara masih ditemukan. Berdasarkan penafsiran citra satelit, luas karhutla mencapai 434,35 hektare, sementara kondisi lahan gambut dan sumber air yang jauh membuat penanganan berlangsung cukup lama.

Di Bengkalis, petugas menangani kebakaran di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis. Sekitar 12 hektare lahan di Pinggir berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan. Di Mandau, lahan terdampak diperkirakan 10 hektare, sedangkan di Desa Temberan, Kecamatan Bengkalis, lahan yang terbakar lebih dari 1,5 hektare.

Kebakaran di Desa Temberan diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan kemungkinan unsur pidana. Masyarakat kembali diingatkan agar tidak membakar lahan maupun sampah, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.

Sementara di Rokan Hilir, penanganan karhutla di Kecamatan Pasir Limau Kapas membutuhkan waktu sekitar delapan hari. Lahan terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare dan setelah kondisi dinyatakan aman, personel dilakukan demobilisasi.

Secara keseluruhan, sejak 1 Januari 2026 tercatat 9.931 titik panas di Riau. Dari jumlah tersebut, 467 titik terpantau sebagai titik api dengan total luas lahan terbakar mencapai 16.231,54 hektare.

Redaksi

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

17 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

17 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

17 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

20 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

2 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

2 hari ago