PEKANBARU (RIAUPSO.CO) — Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mewabah, peristiwa kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Kota Pekanbaru masih terjadi. Terhitung, total sejak awal tahun ini hingga sekarang sudah terbakar 65,338 hektare lahan.
Jumlah 65 hektare lebih lahan yang terbakar ini adalah akumulasi dari seluruh kejadian yang ada di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru. Angka ini juga merupakan gabungan dari puluhan kali peristiwa karhutla.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (18/8). "Ada 59 kali kebakaran lahan dengan luasan 65,338 hektare. Ini selama setahun (sampai pertengahan Agustus 2020, red)," ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkannya, dari seluruh kecamatan yang ada, kebakaran paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Rumbai. "Paling banyak di Rumbai karena kondisinya itu lahan gambut," imbuhnya.
Sementara itu, untuk bulan terjadinya karlahut, diungkapkan mantan Camat Payung Sekaki ini, terjadi paling banyak di awal tahun. "Kalau bulannya itu di awal tahun banyak. Di Maret paling banyak," singkatnya.(ali)
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…