Categories: Riau

BKKBN Bentuk 10 Ribu Tim Pendamping Keluarga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka  percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah 10.674 orang dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Riau.

 

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Riau Mardalena Wati Yulia pada kegiatan audiensi Wakil Gubernur Riau bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), di kediaman Wakil Gubernur Riau, Senin (18/7).

"10 ribu orang ini sudah kita bekali. Akhir 2021 dan Juni ini sudah selesai semua orientasinya. Mengenai apa tugas mereka," ujarnya.

Adapun TPK terdiri dari kader TP PKK, kader KB, dan bidan desa yang di SK-kan kepala desa/lurah setempat. Namun jika di desa tersebut tidak terdapat bidan, maka dapat diambil bidan dari desa terdekat yang juga tergabung dalam TPK. "TPK ini akan mendampingi keluarga  yang berisiko stunting," ucap Mardalena.

Selain itu, BKKBN juga telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui anggaran BKKBN, yang fungsinya sebagai konsultasi, koordinasi dan pengutan penyediaan data.

"Dalam hal ini membantu pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. Satgas ini diketuai Pak Rozi, ada dua orang manager bidang data dan program, seorang staf kantor dan 11 technical assistant," jelasnya.

Selain itu, BKKBN juga membentuk tim audit di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau yang melibatkan dokter anak, dokter obgyn, ahli gizi, dan psikolog.

"Kemarin terpilih salah satunya sebagai praktik baik yang sudah dilaksanakan sesuai mekanismenya adalah Kabupaten Indragiri Hulu," ucapnya.

Adapula program asupan anak stunting, dimana selama enam bulan anak tersebut diberikan tambahan makanan yang bergizi.

"Kita dapat dari Pertamina Hulu Rokan sebanyak 100 paket selama enam bulan. Untuk 100 orang anak stunting," tutupnya.

Untuk itu, Wagubri, Edy Natar Nasution megapresiasi hal ini. Wagubri menekankan untuk TPK, selain menjalankan tugas dan perannya, juga perlu memperhatikan cara berkomunikasi dan penyampaiannya kepada masyarakat.

"Jadi TPK ini terbentuk. Penting untuk dia tahu apa yang harus dia lakukan, sehingga dia tahu kapan dan dimana dia harus berbuat. Mudah-mudahan ini bisa dilakukan dengan baik," harap Wagubri.(eca)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

15 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

15 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

15 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

15 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago