Categories: Riau

Warga Keluhkan Debu Proyek SPALD

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruas Jalan Bunga Kertas, Sukajadi dibongkar dengan cara dilobangi kurang satu meter pada sisi tengah, kemudian dimasukkan beberapa pipa dan peralatan lainnya, lalu ditutup kembali. Alhasil bagian tengah jalan bergelombang tanpa diaspal kembali, dan sisi kiri kanannya tetap aspal.

Bukan saja di Jalan Bunga Kertas, Sukajadi, namun beberapa ruas lainnya seperti Jalan Kaswari dan sekitarnya juga demikian. Bahkan sisi tengah yang dipasang kembali kemudian dibiarkan. Berdasarkan pantauan Riau Pos hampir ambruk. Sementara pekerja

dan alat berat sudah tak terlihat lagi di lokasi.

Memang masyarakat di pusat Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Sukajadi mengeluhkan galian yang dilakukan di tengah jalan. Khususnya beberapa ruas yang  sedang dilakukan proyek Sistem Pengendalian Air Limbah Domestik (SPALD). Bernilai Rp347 miliar itu.

“Saya harus menutup bagian ventilasi dengan plastik agar debu tak masuk. Karena semua barang-barang jadi berdebu,” ujar salah seorang warga di jalan Bunga Kertas, Asepta mengeluhkan.

Ditemui Riau Pos, Kamis (18/7), Asep mengakui sejak dilakukannya pekerjaan galian proyek di jalan sekitar rumahnya tersebut. Memang selain debu yang semakin tebal, juga tetangga yang berusaha atau berdagang jadi harus rutin membersihkan dagangan.

“Masalahnya sekarang pekerjaan sudah selesai kelihatannya, tapi jalan tidak dikembalikan (Diaspal, red). Ya, memang sesekali ada yang jatuh pengendara motor,” ungkapnya.

Galian yang dilakukan merupakan pekerjaan South Catchmen Area (Pekanbaru bagian selatan, red) melalui proyek SPALD. Memang tak sedikit warga yang terimbas mengeluhkan kondisi yang terjadi. Mulai akses jalan yang ditutup sehingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi proyek harus menelan kerugian hingga keluhan soal debu dan lainnya.

Juga bisa dilihat di Simpang Teratai misalnya, yang menghubungkan ruas Jalan Ahmad Dahlan dengan Ahmad Yani. Selain dikeluhkan pelaku usaha di ruas jalan tersebut, juga sudah tidak bisa dilintasi sejak beberapa bulan terakhir.

Perihal proyek SPALD yang berdampak pada penutupan ruas jalan tersebut sudah terjadi sejak akhir 2018 lalu. November. Pekerjaan guna memasang pipa untuk saluran pembuangan. Lokasinya pun tidak saja satu atau dua titik atau lebih yang terlihat oleh masyarakat, namun akan dikerjakan hingga 2020 mendatang di beberapa lokasi.(egp)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

6 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

6 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

6 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

6 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

7 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

18 jam ago