Categories: Riau

Soal Blok Rokan, DPRD Segera Panggil Pertamina

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Persero bakal berlangsung Agustus mendatang.

Sebelumnya, DPR RI melalui panitia kerja (panja) migas sudah melalukan pemanggilan terhadap seluruh pihak terkait. Kini giliran DPRD Riau yang bakal melakukan pemanggilan, guna memastikan proses peralihan berjalan dengan baik.

Termasuk juga memastikan hak yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di luar participating interest (PI) sebesar 10 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho kepada Riau Pos, Kamis (18/2). Dikatakan dia, pihaknya memang sudah mendapat gambaran proses alih fungsi setelah rapat bersama Panja Migas DPR RI. Namun menurut dia, apa yang dibicarakan saat itu lebih kepada pembahasan tingkat nasional.

"Iya memang kemaren kita baru mendapat garis besar ya informasinya seperti apa. Proses alih kelola sudah dipaparkan dan kami juga sudah mendapat informasi. Nah kini, kami pengen tau lebih detail lagi, daerah bakal dapat apa sih selain PI 10 persen?" sebutnya.

Lebih jauh disampaikan dia, didalam proses alih fungsi tinggal beberapa bulan lagi ini, tentu ada hal-hal yang mesti dituntaskan secara jelas. Apalagi, menyangkut hak-hak untuk kedaerahan.

"Kami akan tanya juga ini nanti peralihan nasib karyawan PT CPI, kan banyak juga masyarakat kita bekerja di sana. Itu gimana? Kemudian untuk pekerja tempatan nanti itu bagaimana? Kami mau mastikan, putra daerah bisa bekerja di Pertamina ini. Tidak ada tawar menawar," imbuhnya.

Ditanya soal keinginan LAM Riau yang juga ingin ikut mengelola Blok Rokan melalui Badan Usaha Milik Adat (BUMA), Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, bahwa hal tersebut sah-sah saja. Dengan catatan, Pemda Riau juga mendapat hak lebih di luar PI 10 persen.

"Saya belum tau pasti ya soal BUMA ini karena belum dapat informasi secara detail. Kalau menurut saya sah-sah saja. Enggak ada masalah. Yang penting hak pemda tidak hanya mentok pada PI 10 persen itu saja. Harus lebih. Kalau soal BUMA mungkin nanti kami akan undang juga pihak LAM supaya tidak ada menjadi tanda tanya banyak orang itu saja," pungkasnya.

Ditanya soal kapan pemanggilan terhadap Pertamina ini dilangsungkan, Agung menyebutkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dulu dengan pimpinan DPRD lainnya perihal jadwal pasti pemanggilan.

"nanti juga kami diskusikan juga dengan komisi terkait. In sya Allah dalam waktu dekat. Karena ini termasuk hal yang sangat urgansi," tuntasnya.(nda)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

21 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

21 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

2 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago