Alfedri: Narkoba Musuh Bersama, Harus Diperangi
(RIAUPOS.CO) — Bahaya penyalahgunaan narkotika menjadi perhatikan serius oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi. Apalagi Kabupaten Siak menjadi jalur perlintasan pengedaran narkoba antara daerah dan pulau.
Mengingatkan masyarakat agar menjauhi narkoba,
oleh karena itu, Pemkab Siak gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkotika baik ke sekolah, desa, dan warga.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kampung Kerinci Kiri khususnya dan Kabupaten Siak menjaga dan mengawasi anaknya dari penyalahgunaan narkoba,” ajak Alfedri saat sosialisasi narkoba di balai Kampung Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, akhir pekan kemarin.
Alfedri menjelaskan, tentang narkoba maupun bahayanya seperti apa ketika menggunakan di hadapan masyarakat. Pentingnya dilakukan penyuluhan kepada masyarakat secara luas tentang bahaya narkoba harus digencarkan.
“Saat ini narkoba sudah menjadi musuh bersama yang harus diperangi. Selain itu, dampak negatif terhadap penyalahgunaan narkoba bisa merenggut masa depan bangsa,” paparnya.
Alfedri tidak ingin generasi penerus bangsa terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk diketahui bersama, penyebaran narkoba di lingkungan masyarakat dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian orang tersebut, mengincar pelajar maupun mahasiswa untuk menghancurkan generasi penerus bangsa.
“Jika anak kita sudah sekali menyentuh narkoba, maka akan sulit untuk berhenti. Oleh karena itu, mari kita jaga anak-anak kita jangan sampai ada yang menyentuh barang haram tersebut,” pesannya.
Alfedri juga mengimbau, jika masyarakat melihat ada suatu kegiatan yang janggal di sekitar tempat tinggal agar segera laporkan kepada pihak yang berwajib.
Usai sosialisai, Alfedri memberikan beberapa pertanyaan terkait narkoba kepada warga yang hadir. Bagi yang bisa menjawab mendapatkan hadiah menarik.(adv)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…