Categories: Riau

Kibarkan Merah Putih di Lahan Terpanggang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aroma gambut terbakar menyengat hidung ditambah sinar matahari yang cukup terik, tak menyurutkan semangat para personel Manggala Agni Pekanbaru, Riau melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, Sabtu (17/8). Ini dilakukan personel Manggala Agni Pekanbaru dan Kepulauan Meranti yang bertugas memadamkan api di Jalan Manunggal, Rimbo Panjang, Kampar dan Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Meranti.

Dengan peralatan sederhana, seperti tiang bendera terbuat dari kayu di sekitar lokasi bekas lahan kebakaran, sebanyak 30 personel personel Manggala Agni Pekanbaru tetap upacara menggunakan seragam berwana merah khas, helm serta sepatu bot mereka.

Tanah gambut yang baru beberapa waktu dipadamkan itu, berubah menjadi hitam. Tanaman-tanaman berubah menguning tampak akan mati akibat terbakar. Hanya, ilalang-ilalang yang mulai muncul dengan tunas-tunas barunya. “Walaupun sedang beroperasi, harus selalu siap. Kami laksanakan upacara ini sebagai apresiasi HUT RI yang dilaksanakan di lokasi bekas kebakaran,” kata Kadisops Manggala Agni, Edwin Chandra.

Berhasil menuntaskan kebakaran lahan di wilayah Terminal AKAP Pekanbaru sehari sebelum hari kemerdekaan (16/8) lalu. Kata dia, itu sebagai kado untuk Indonesia, meskipun masih ada beberapa wilayah yang titik api belum sepenuhnya padam. “Tim tetap semangat, jangan kendur selama api masih membara di lokasi kita,” ucapnya dalam menyemangati satuannya.

Bukan tanpa risiko saat memadamkan api. Selain panas api, kabut asap juga mengganggu pernapasan hingga membuat perih mata para petugas di lapangan. “Selalu kami ingatkan untuk tetap jaga kesehatan dan kekompakan tim di lapangan,” imbuhnya.

Untuk saat ini masih ada dua titik api, yakni di Jalan Karya Indah sekitar tujuh hektare dan Rimbo Panjang masih belum tuntas dipadamkan. “Maka tim full diturunkan ke sana. Setiap sepekan tim akan di-rolling, hal ini juga sebagai upaya menjaga kesehatan personel itu sendiri,” jelasnya.

Di tengah upacara itu, terdapat beberapa sosok perempuan tangguh yang belum pulang hingga api padam. Salah satunya Meri Rizki Amelia. Warga Kelurahan Muara Fajar berumur 27 tahun itu perdana diturunkan ke lapangan. “Gabung 2017 lalu. Selama ini ditempatkan di sekretariat. Sekarang semua anggota diturunkan karena ada kebakaran,” ujarnya.

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Toyota Gelar Buka Bersama Komunitas dan Media

Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…

11 jam ago

Bupati Suhardiman Amby Tekankan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…

11 jam ago

Plh Bupati Rohul Minta OPD Realisasikan Aspirasi Warga

Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…

12 jam ago

Pembatasan Angkutan Barang Berlaku, Truk Antre Panjang di Roro Bengkalis

Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…

12 jam ago

Waspada KLB Campak saat Mudik Lebaran, Lindungi Buah Hati dengan Imunisasi di RS Awal Bros

Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat…

12 jam ago

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

2 hari ago