Categories: Riau

Penyeludupan Lobster Rp14 Miliar Digagalkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penyeludupan puluhan ribu benih lobster kembali digagalkan Direktorat Kepolisian Peraiaran (Ditpolair) Polda Riau di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tak tanggung-tanggung, biota laut yang akan diseludupkan ke Singapura mencapai Rp14,6 miliar.

Pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat yang diterima pihak kepolisian terkait adanya mobil dari arah Provinsi Jambi tujuan Kota Batam melalui Tembilahan yang membawa benih lobster. Atas informasi tersebut, selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh Ditpolair bersama Satpolair Polres Inhil.

"Sudah beberapa hari melakukan pengintaian. Pada 16 Agustus, kita berkoordinasi dengan Polres Inhil untuk penangkapannya," kata Direktur Polair Polda Riau Badarudin di Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Pekanbaru, Sabtu (17/8).

Hasil penyelidikan tersebut, sambung dia, pihaknya mencurigai satu unit mobil warna hitam dengan nomor polisi BM 1595 SH diduga membawa benih lobster, Sabtu dini hari. Pasalnya, kendaraan roda empat itu mengarah ke pelabuhan tikus.

Kemudian, petugas melakukan pengejaran. Bahkan beberapa kali tembakan peringatan sempat dilepaskan ke udara untuk menghentikan mobil itu, akan tetapi sang sopir malah menambah kecepatan dan berusaha kabur.

Hingga akhirnya mobil tersebut masuk ke dalam perkebunan kelapa sawit berlokasi di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. "Mobil itu ditinggalkan sopirnya di kebun sawit. Lalu, kita lakukan pemeriksaan di dalam mobil ditemukan 14 box (kotak) berisikan baby lobster," paparnya.

Dalam 14 kotak itu, terdapat 420 kantong berisikan dua jenis lobster yakni lobster mutiara. Lobster tersebut merupakan jenis dengan kualitas super dan satu lagi lobster pasir. "Ada 420 kantong berisi 95.340 ekor baby lobster. Jenis mutiara 6.060 ekor dan pasir 89.280 ekor. Nilai kerugian yang berhasil diselamatkan Rp14.604.000.000," imbuh Badaruddin.

Menurut Dirpolair, benih lobster diduga berasal dari wilayah Banten dan Jawa Barat. Benih itu kemudian dibawa melalui jalur darat melintasi sejumlah provinsi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jambi hingga ke Riau. Ketika di Riau, pelaku kemudian membawa ke pelabuhan tikus untuk kemudian diseludupkan keluar negeri melalui jalur air. "Provinsi Riau hanyalah perlintasan penyeludupan," terangnya.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan : Riri Radam
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

32 menit ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

44 menit ago

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

18 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

19 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

20 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

3 hari ago