Wagubri Edy Natar Nasution menemui mahasiswa yang melakukan unjuk rasa terkait karhutla di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (17/9/2019). (DOFI ISKANDAR/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Selain menuntut penyelesaian permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Selasa (17/9/2019), mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) yang melakukan unjuk rasa juga meminta Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, yang menemui massa aksi, agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di kampus mereka.
Mahasiswa menyampaikan kepada Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution terkait larangan-larangan yang dikeluarkan Rektor UIN Suska Riau Proif Dr Akhmad Mujahidin. "Bapak Rektor melarang kami (mahasiswa) melakukan kegiatan apapun baik itu di kampus maupun di luar kampus," ucap perwakilan mahasiswa kepada Wagubri.
Mahasiswa juga menyampaikan bahwa Rektor UIN meliburkan kegiatan di kampus karena kabut asap. Maka sebagai tindakan lanjutannya, salah satunya adalah menutup pelayanan perpustakaan di UIN.
Mahasiswa juga menuntut Wagubri agar bisa membantu mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa jika nantinya Rektor UIN Suska mempermasalahkannya. Mengingat poin-poin yang telah disampaikan rektor bahwa melarang semua kegiatan mahasiswa yang ada di kampus maupun di luar kampus tanpa izin pihak kampus.
Wagubri menyampaikan kepada mahasiswa akan membantu mahasiswa menyelesaikan permasalan yang terjadi di UIN Suska Riau, dengan cara personal tanpa melakukan intervensi. "Tapi, kalau intervensi saya tidak bisa melakukannya. Namun saya akan bangun komunikasi dengan rektor," kata Wagubri kepada mahasiswa.
Rektor Sesalkan Tindakan Demo Mahasiswa
Sementara Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin mengaku kebijakannya diputuskan melalui rapat bersama antara civitas akademika UIN Suska Riau seperti ketua senat, wakil rektor, dekan hingga wakil dekan. Mujahidin juga menyayangkan tindakan mahasiswanya, karena memanfaatkan libur yang diberikan kampus untuk melakukan demonstrasi. Pasalnya, menurut Mujahidin, libur tersebut diberikan setelah menanggapi keluhan mahasiswa yang meminta libur karena kondisi yang tidak sehat akibat asap.
"Mereka mengirimkan pesan ke saya untuk memberikan libur karena banyak yang sakit akibat asap," kata Mujahidin.
Oleh karena itu, Mujahidin membuat surat edaran libur yang menyatakan seluruh aktivitas administrasi dan perkuliahan, serta melarang nahasiswa untuk hadir di kampus saat libur bencana asap. Edaran tersebut juga menyebutkan menghentikan kegiatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan baik di dalam maupun di luar kampus.
Mujahidin juga menyesalkan mahasisawanya yang menyalahgunakan libur untuk demonstrasi. "Libur bencana asap itu untuk mengakomodasi keinginan mahasiswa agar mendapatkan udara segar, namun mereka malah menyalahgunakan untuk demonstrasi," ungkap Mujahidin.
Laporan : Dofi Iskandar/*2
Editor : Firman Agus
Tulisan ini telah mengalami editing dengan penambahan konfirmasi dari Rektor UIN Suska Riau
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.