PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Menyikapi prihal ujuk rasa dan menyampaikan pendapat di depan umum akhir-akhir ini yang dilakukan oleh berbagai element masyarakat berkenaan dengan pengesahan rancangan. Undang-undang, serta adanya pengawalan dan pengamanan oleh pihak penegak hukum dan keamanan, namun masih juga terjadi prilaku anarkisme oleh oknum-oknum yang membuat kekacauan. Maka dengan kondisi tersebut pimpinan Majelis Ulama Indoensia (MUI) Riau menyampaikan ta'limat dan imbauan.
Hal itu sampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Prof Dr H Nazir Karim. Ia menjelaskan, imbauan yang pertama adalah MUI Riau mendukung Taklimat MUI Pusat No Kep.1730/DP-MUI/X/2020 tanggal 8 Oktober 2020 dan selanjutnya meminta Presiden RI mengganti UU Cipta Kerja dengan menerbitkan Perpu yang isinya lebih berpihak untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata, sesuai dengan kehendak konstitusi.
Selanjutnya, MUI Riau sangat menyesalkan dan prihatin terhadap adanya beberapa aksi anarkis dalam ivent unjuk rasa dan penyampaian pendapat yang sangat mungkin ditunggangi oleh oknum -oknum yang tidak bertanggungjawab, serta terjadinya penanganan secara refresip oleh oknum aparat penegak hukum dan keamanan.
"Berdasarkan pada poin 2 di atas, MUI Riau kepada pengunjuk rasa untuk lebih mengedepankan cara penyampaian pendapat secara damai, bermartabat dan mewaspadai adanya oknum-oknum yang dengan sengaja melakukan tindakan anarkis. Karena aksi anrakisme adalah bertentangan dengan nilai-nilai Islam,"ujar Prof Dr H Nazir Karim, Kamis (15/10).
Selain itu, MUI Riau juga mengimbau dan miminta kepada aparat kepolisian untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia para pengunjuk rasa, karena unjuk rasa dan menyampaikan pendapat di depan umum dilindungi oleh konstitusi dan perundang-undangan.
"Kami juga mengharapkan kepada pemerintah dan dewan untuk lebih fokus dalam menangani wabah Covid-19 dan berupaya dengan sungguh-sungguh merespon aspirasi masyarakat dengan Arif, serta tidak membuat kebijakan-kebijakan yang kontroversial. Dan sangat mungkin akan merugikan masyarakat banyak," harapnya.
Ditambahkannya, selain itu MUI Riau juga mengharapkan kepada segenap eleman masyarakat untuk senantiasa memperkuat ukhuwah, memperkokoh persatuan, menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi serta tetap mewaspadai upaya adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (dof)
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…