Categories: Riau

Antisipasi Karhutla, Polsek dan KPH Sei Mandau Patroli Bersama PT RAPP

SIAK (RIAUPOS.CO) —  Meski Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih akan berlangsung hingga bulan Mei 2021 mendatang, namun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap harus diwaspadai. Sebagaimana yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Sei Mandau, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang melakukan patroli bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Siak dan sekitarnya, Kamis (4/2) lalu.

Kegiatan sinergi lintas instansi ini mengajak seluruh lapisan masyarakat diminta agar tetap waspada dan menjaga lingkungan baik hutan maupun lahan dari aktifitas bakar membakar. Kapolsek Mandau, Iptu Siswoyo melalui Kanit Sabhara Polsek Sei Mandau, Aipda SN Sirait mengatakan dalam upaya pencegahan ini pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pihak swasta, seperti tim Pemadam Kebakaran (Damkar/ Fire Fighter) RAPP. "Kami mengapreasiasi kesiapan dari tim pemadam RAPP yang memiliki peralatan damkar yang lengkap dan siap pakai jika terjadi kebakaran dan melakukan deteksi dini," ujar Sirait.

Kepala KPH Siak Amri Purba mengatakan upaya pencegahan karhutla terus dilakukan dengan berbagai pendekatan salah satunya melalui tokoh agama, lembaga adat, pemuda dan masyarakat. Di samping itu, ketersediaan dan kesiapan personil maupun peralatan juga harus dimaksimalkan agar upaya pemadaman dapat dilakukan dengan sigap jika karhutla terjadi sewaktu-waktu.

"Tujuan kita agar Sei Mandau, Siak, dan Riau umumnya bebas dari asap, jadi kami juga mengapresiasi tim Fire Fighter RAPP yang berkomitmen untuk menjaga hutan konservasi maupun hutan produksi dari kebakaran," ujarnya.

Asisten Kepala Fire Protection RAPP, Ramadhan mengatakan RAPP berkomitmen dan konsisten dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19. Untuk memudahkan pemantauan titik panas (hot spot), pihaknya telah memasang kamera pantau jarak jauh (CCTV) di beberapa titik di sekitar area konsesi perusahaan dan sekitarnya.

 "Tim kita terus melakukan pemantauan dan patroli karhutla ke lapangan dengan mengikuti protokol kesehatan. Kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, KPH dan instansi terkait lainnya dalam mencegah terjadinya karhutla," kata Ramadhan.

Tim Damkar atau disebut dengan Fire Emergency Response Team (FERT) RAPP di Estate Mandau saat ini memiliki 30 personel terlatih yang dilengkapi dengan 13 unit pompa pemadam khusus kebakaran di hutan, 100 unit selang, 1 unit truk pemadam serta armada kendaraan lainnya seperti mobil patrol, sepeda motor, airboat, hingga helikopter. Selain itu, perusahaan juga membangun 2 unit menara pengawas dan menyiapkan 2 unit drone pemantau.

Selain upaya pemadaman, perusahaan bagian dari grup APRIL ini juga konsisten menjalankan Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP). Program ini telah dijalankan sejak 2014 lalu dan masih berlangsung hingga sekarang. Program ini memiliki tiga tingkatan yang dimulai dari Fire Aware Community (FAC) yang memperkenalkan inisiatif konsep pencegahan desa bebas api kepada masyarakat, kemudian Fire Free Village (FFV) yang fokus kepada edukasi, dukungan peralatan dan membantu desa-desa untuk membuka lahan dengan cara tanpa bakar.

Pada tingkat ini, desa-desa peserta program juga akan memperoleh penghargaan jika tidak terjadi satupun karhutla di desanya selama periode tertentu. Tingkatan ketiga disebut Fire Resilient Community (FRC) yang merupakan tingkatan tertinggi di mana desa dinyatakan telah memiliki kesadaran tinggi dalam mencegah karhutla. Tahapan ini desa tidak lagi mendapatkan penghargaan, melainkan akan terus dibina oleh perusahaan secara berkelanjutan.(lim)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

17 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

18 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

18 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

21 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

2 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

2 hari ago