Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet (tengah) bersama pimpinan DPRD lainnya saat memimpin sidang paripurna penyampaian alat kelengkapan dewan (AKD) baru-baru ini.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kisruh pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Riau menuai respon negatif dari banyak pihak. Salah satunya datang dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau.
Perseteruan yang terjadi, menurut Fitra merupakan bentuk misorientasi DPRD terpilih saat ini.
“Justru orientasinya hanya untuk rebutan AKD,” ujar Koordinator Fitra Riau Triono Hadi kepada Riaupos.co, Selasa (15/10/2019).
Menurut dia, kisruh pembagian AKD mencerminkan DPRD saat ini tidak mementingkan kepentingan rakyat. Karena seharusnya fokus pada hal apa yang akan dikerjakan ke depan. Serta fokus pada janji kampanye sebelum dipilih masyarakat.
“Fokus pada bagaimana menggunakan kekuasaan DPRD untuk kesejahteraan rakyat Riau. Bukan kisruh soal bagi-bagi alat kelengkapan,” imbuhnya.
Ia juga memastikan kinerja DPRD terganggu akibat situasi yang tidak kondusif.
“Makanya DPRD itu mestinya memikirkan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Membahas APBD, merencanakan prolegda tahun depan. Itu lebih penting dari kisruh AKD,” tutupnya.
Laporan: Afiat Ananda/Pekanbaru
Editor: E Sulaiman
Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…
Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…
Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…
Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…
Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…
Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…