Categories: Riau

19 Helikopter Dikerahkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya beserta rombongan  mendapat penjelasan dari Gubernur Riau dan Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru terkait situasi titik api dan upaya pemadam karhutla di Bumi Lancang Kuning.

"Informasi dari BMKG, bahwa kemungkinan curah hujan itu akan bisa kami kelola untuk TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca, red) pada awal Oktober. Karena, bulan ini sampai Oktober mengalami kekeringan. Sehingga upaya kami adalah melaksanakan water bombing," ungkap Hadi.

Saat ini, upaya penanggulangan kebakaran lahan melalui darat dan udara. Untuk udara dengan cara water bombing yang mengerahkan sebanyak 19 helikopter di antaranya 8 heli merupakan bantuan dari BNPB. Lalu, 8 heli bantuan dari perusahan serta masing-masing satu heli dari KLHK dan bantuan kendali operasi (BKO) TNI. Namun, berdasarkan laporan yang diterima  Hadi, upaya  penanggulangan karhutla menggunakan helikopter dinilai kurang efektif mengingat jarak antara sumber air dan lokasi kebakaran lahan cukup jauh. Pada kesempatan itu, Panglima TNI juga menyampaikan, pihaknya bersama rombongan bakal melakukan peninjauan kondisi karhutla melalaui jalur udara hari ini.

"Kami akan terbang kurang lebih 1,5 jam melihat situasi (karhutla) di lapangan. Setelah itu kami akan melihat situasi di Langgam," imbuhnya.

Saat ditanya berapa lama jaminan permasalahan karhutla di Riau bisa tuntas ditangani, apakah satu pekan atau dua pekan ke depan, Hadi tidak dapat memastikannya.

"Kita upayakan (pemadaman). Ya, nanti Kepala BNPB yang tahu dan ada Buk Menteri yang bisa menjangkau," jawab Panglima TNI.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, lebih dari 90 persen karhutla yang terjadi dikarenakan perbuatan manusia dalam membuka lahan dengan cara membakar. Maka, untuk mengantisipasi dalam jangka pendek dengan upaya penegakan hukum. Dia sudah menginstruksikan Polda dan jajaran se-Indonesia untuk melakuan tindakan tegas, proses hukum terhadap pelaku yang melakukan pembakaran lahan.

Tito menambahkan, upaya penegakan hukum tidak hanya bisa dilakukan pihak kepolisian. Melainkan juga dapat dilakukan jajaran TNI. Hal ini, jika melakukan tangkap tangan terhadap pelaku pembakaran lahan.

"Boleh melakukan penangkapan dan langsung menyerahkan ke penyidik kepolisian," kata Kapolri.

Langkah itu, sambung jenderal bintang empat, untuk memberikan efek jera bagi pelaku pembakar lahan baik perorangan maupun korporasi. Mengingatkan sejauh ini, kata Tito, pihak kepolisan sudah banyak menetapkan tersangka kasus kebakaran lahan.

"Kami ingin ada tindakan tegas baik perorangan maupun perusahaan, agar menjadi efek jera," imbuhnya.

Untuk Polda Riau, dalam penegakan hukum telah menetapkan 27 orang tersangka perorangan dan satu tersangka korporasi yakni PT SSS. Selain itu, juga tengah menyelidiki kebakaran di sekitaran lahan konsensi milik perusahaan yang dinilai gagal menjaga lahan miliknya.

Kondisi itu, merupakan temuan Satgas Udara Karhutla Riau beberapa waktu lalu. Saat itu, Satgas Udara melakukan patroli dan pemetaan di sejumlah lokasi kebakaran. Hasilnya, satgas menemukan adanya kebakaran di sekitar areal konsesi perusahaan yang berada pada radius kurang dari lima kilometer. Kebakaran itu dinilai masih menjadi tanggung jawab perusahaan.

"Kalau itu dibakar korporasi maka kami lakukan tindakan tegas. Namun, jika kebakaran lahan itu dari luar dan merambat ke area perusahaan, perusahan menjadi korban. Kita proses pelaku pembakaran pertama," jelasnya.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan Riaupos.co
Editor : Rinaldi

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago