Categories: Riau

Gesa Pembangunan Melalui Pekansikawan

(RIAUPOS.CO) — Adanya kesepakatan bersama Pekansikawan (Pekanbaru-Siak-Kampar dan Pelalawan) dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Siak. Hal ini pun selaras dengan sosial budaya, termasuk pembangunan pariwisata di Siak. Bahkan dari segi pendidikan dan kesehatan sudah berjalan dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi usai penandatanganan kesepakatan bersama Pekansikawan yang tergabung dalam empat daerah yaitu Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan.

Penandatanganan kesepakatan bersama Pekansikawan berlangsung di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jumat (12/7).

Pekansikawan terbentuk sejak  2014 lalu dan hingga saat ini keterikatan Pekansikawan masih terus terjalin dengan baik seiring berjalannya waktu.

Gubernur Riau H Syamsuar secara langsung menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut antara Pemprov Riau dengan Bupati Siak Alfedri, Bupati Pelalawan HM Harris, Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan Bupati Kampar diwakili Asisten Setdakab Kampar.

‘’Untuk kebudayaan, tahun 2020, Insya Allah, Kabupaten Siak akan menjadi tuan rumah Festival Budaya Nusantara. Dengan adanya festival ini kita jadikan momentum untuk mempromosikan dan menunjukkan kebudayaan melayu menuju pusat kebudayaan melayu di Indonesia,” kata Bupati Siak Alfedri.

Siak menurut Alfedri, juga memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan. Mmelalui pariwisata bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi dengan adanya wisata halal yang digalakan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

‘’Saat saya menghadiri presentasi pada Indonesia ekspo di Jeddah. Saat itu masyarakat Timur Tengah tertarik untuk melancong ke Siak, namun yang menjadi kendala belum adanya paket wisata yang membuat wisatawan Timur Tengah datang ke Riau khususnya daerah Pekansikawan,” ungkap Alfedri.

Lebih lanjut Alfedri menyebutkan, dalam sektor pertanian dan perkebunan juga mulai berkembang untuk memenuhi kebutuhan di Siak dan daerah sekitarnya. Bahkan untuk infrastruktur juga perlu memdapatkan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat.

Sektor infrastruktur, kawasan industri Tanjung Buton KITB juga menjadi prioritas  agar percepatannya, didukung baik pemerinta provinsi dan juga pemerintah pusat. “Kita harapkan dengan adanya kesepakatan bersama pekansikawan saling memberikan dukungan,” jelas Alfedri.

Pada acara itu, masing-masing bupati dan walikota mengharapkan forum ini, tidak hanya sebatas penandatangan saja, melainkan kedepan ada progres yang di harapkan dari keempat daerah yang tergabung dalam pekansikawan.(wik)

Laporan WIWIK WERDANINGSIH, Siak Sriindrapura

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago